Komdigi Dorong Platform Digital Hadirkan Fitur Deteksi Konten AI untuk Cegah Hoaks

AKURAT.CO Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, meminta platform digital global menyediakan fitur untuk mendeteksi konten buatan Artificial Intelligence (AI). Fitur ini dianggap penting guna membantu masyarakat menghindari hoaks dan konten deepfake.
"Kita berharap platform media sosial global juga bisa melakukan filter, atau setidaknya menyediakan fitur untuk mengecek apakah sebuah konten buatan AI atau bukan," ujarnya, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (11/9/2025).
Ia menilai fenomena deepfake semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Sensity AI, jumlah konten deepfake meningkat 550 persen dalam lima tahun terakhir.
"Saya yakin jumlahnya jauh lebih besar karena kemampuan aplikasi untuk membuat video atau foto deepfake kini sangat masif," tegas Nezar.
Menurutnya, platform digital memiliki teknologi komputasi dan algoritma yang dapat digunakan untuk mendeteksi konten. Ia mencontohkan Meta atau Google yang bisa menghadirkan fitur pengecekan sebagai layanan standar.
Selain mendorong platform global, Nezar menyebut pemerintah tengah menyiapkan regulasi khusus mengenai pemanfaatan AI agar tidak disalahgunakan untuk memproduksi hoaks. Saat ini Indonesia sudah memiliki sejumlah payung hukum, seperti UU ITE, UU PDP dan PP TUNAS.
Kementerian Komdigi juga bekerja sama dengan ekosistem luas, termasuk Mafindo dan media, untuk memperkuat program cek fakta. "Ruang digital ini milik kita bersama, maka kita perlu kerja sama yang erat untuk menjaga publik dari hoaks dan konten negatif," kata Nezar.
Ketua Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menyebut deepfake pertama kali muncul di Indonesia pada 2023 dan kini berkembang pesat. Menurutnya, konten semacam ini paling sering disalahgunakan untuk penipuan digital dan menggiring opini politik.
"Kalau ada konten hoaks bentuknya video yang muncul di tahun 2025 dengan tema penipuan digital, itu mayoritas adalah deepfake," jelas Septiaji.
Ia menegaskan, Mafindo akan terus berkolaborasi dengan Komdigi, media dan komunitas literasi digital untuk melakukan pengecekan fakta terhadap hoaks, termasuk deepfake, yang beredar di internet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







