Larangan Chip AI AS Picu Reli Saham Teknologi China, Cambricon Jadi Sorotan

AKURAT.CO Larangan ekspor chip AI canggih dari Amerika Serikat justru memicu lonjakan besar saham teknologi dan chip di China. Investor ramai-ramai mengalihkan perhatian ke perusahaan lokal, meski ada kekhawatiran reli ini terlalu panas dan tidak sesuai fundamental.
Reli ini semakin kuat setelah hadirnya model AI murah buatan DeepSeek serta pembatasan chip dari Washington. Kondisi tersebut membuka ruang bagi pesaing domestik untuk menguasai pasar tanpa kehadiran Nvidia.
Meski China masih bergulat dengan krisis properti dan perang dagang dengan AS, Indeks Teknologi Hang Seng naik 67 persen sepanjang 2025. Lonjakan ini membalikkan tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir akibat regulasi ketat Beijing.
Para analis menilai kebangkitan ini didorong strategi 'melakukan lebih banyak dengan lebih sedikit'. DeepSeek berhasil membangun AI dengan chip murah, sementara perusahaan lokal juga mulai mengembangkan chip sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada AS.
Kemandirian AI China terlihat dari hasil keuangan sejumlah perusahaan. Cambricon mencatat lonjakan pendapatan 4.300 persen pada paruh pertama 2025, sedangkan Alibaba melaporkan pertumbuhan kuat di sektor AI dan cloud.
Saham Cambricon hampir dua kali lipat tahun ini, mengangkat valuasinya hingga 536 miliar yuan (sekitar Rp1.206 triliun). Namun, perusahaan memperingatkan investor bahwa kenaikan harga saham bisa terlepas dari kinerja fundamental.
Selain Cambricon, saham SMIC dan Hua Hong juga ikut melejit masing-masing 83 persen dan 118 persen sepanjang tahun. Namun analis dari BofA menilai reli saham AI ini bisa saja terlalu panas, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Sabtu (13/9/2025).
Tak hanya sektor chip, raksasa teknologi seperti Alibaba dan Tencent juga melonjak dengan fokus pada AI generatif dan komputasi awan. Perusahaan besar seperti ByteDance, Huawei dan Cambricon kini jadi pelopor AI di China, meski masih tertinggal dari Nvidia.
Pembatasan chip AS dimulai sejak 2022 di era Presiden Biden dan diperketat oleh Trump. Bahkan chip downgrade seperti Nvidia H20 ikut terkena aturan, meski belakangan Washington melonggarkan sebagian syarat penjualan.
Kini, saham chip China mulai berfluktuasi seiring aksi ambil untung investor. Meski Cambricon turun 17 persen dalam sepekan, nilainya masih 87 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu, membuat banyak pihak bertanya apakah reli besar ini masih bisa berlanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









