Komdigi Genjot SDM AI lewat Program AI Talent Factor

AKURAT.CO Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengembangkan sumber daya manusia di bidang kecerdasan artifisial (AI). Program AI Talent Factory bertujuan mengumpulkan talenta digital untuk mengembangkan dan menerapkan AI.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan AI bisa meningkatkan efektivitas program prioritas nasional. Ia menambahkan AI juga membantu memecahkan masalah bangsa, seperti stunting dan gizi.
"Rekan-rekan semua bisa mencoba mendalami case yang ada, yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," ujar Nezar dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (20/9/2025).
Nezar menegaskan AI Talent Factory menyiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Ia menambahkan, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talent yang juga bisa berperan sebagai deployer sekaligus developer.
Menurut Nezar, kekayaan bahasa dan budaya Indonesia menjadi peluang untuk pengembangan AI lokal. Dengan aplikasi AI yang disesuaikan budaya lokal, teknologi ini bisa diakses seluruh masyarakat.
"Adopsi AI, kita juga harus memikirkan dengan tepat karena kondisi kita cukup khas," tambah Nezar. Ia mencontohkan, generative AI atau Large Language Model dapat dikembangkan menggunakan bahasa daerah agar lebih relevan.
Kepala Badan Pengembangan SDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menekankan pentingnya talenta AI yang sesuai kebutuhan masyarakat. Ia menyebut Indonesia perlu menyiapkan SDM yang mumpuni, bukan hanya pengguna, tapi juga pencipta solusi AI.
Program AI Talent Factory menargetkan pembentukan talenta digital yang siap menangani masalah nasional. Bonifasius menambahkan, talenta yang dikembangkan bukan hanya pemula atau menengah, tetapi tingkat advance.
Dengan fokus pada pengembangan SDM AI, Komdigi berharap generasi muda dapat menguasai teknologi ini. Tujuannya adalah menghasilkan solusi kreatif yang sesuai dengan konteks sosial dan budaya Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









