Jaguar Land Rover Perpanjang Penghentian Produksi Pasca Serangan Siber

AKURAT.CO Jaguar Land Rover (JLR) menghadapi salah satu gangguan terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir setelah serangan siber melumpuhkan sistem produksi sejak awal September.
Perusahaan mengumumkan bahwa penghentian operasional di tiga fasilitas utamanya akan berlangsung lebih lama dari perkiraan, dengan target baru untuk kembali beroperasi pada awal Oktober.
Dilansir oleh Economic Times, serangan siber yang menyerang JLR ini menyoroti betapa rentannya rantai produksi industri otomotif modern yang sangat bergantung pada sistem digital.
Gangguan selama sebulan penuh diperkirakan akan mengakibatkan kerugian ratusan juta dolar serta menunda distribusi kendaraan ke pasar global.
Bagi JLR, ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi juga tantangan reputasi. Konsumen dan mitra bisnis kini menuntut transparansi lebih lanjut mengenai siapa pelaku di balik serangan dan bagaimana perusahaan menjamin insiden serupa tidak terulang.
Bagi industri otomotif secara keseluruhan, kasus ini menunjukkan bahwa ancaman dunia maya kini tidak hanya mengincar data pelanggan, tetapi juga sistem produksi yang menjadi urat nadi keberlangsungan bisnis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








