Ilmuwan Temukan Kemungkinan Lapisan Berlian Raksasa di Merkurius

AKURAT.CO Para ilmuwan menduga Merkurius menyimpan lapisan berlian setebal hingga 18 kilometer jauh di bawah permukaannya. Lapisan ini diperkirakan terbentuk sejak 4,5 miliar tahun lalu ketika planet tersebut masih sangat panas dan bertekanan tinggi.
Penelitian menunjukkan bahwa Merkurius kemungkinan memiliki lapisan grafit yang mengapung di atas lautan magma pada masa awal pembentukannya. Kondisi ekstrem itu diduga memicu terbentuknya kristal berlian dalam jumlah besar.
Untuk menguji hipotesis ini, ilmuwan menggunakan alat bertekanan tinggi yang biasa dipakai membuat berlian sintetis. Mereka menyiapkan sampel mirip komposisi Merkurius, berisi silikon, titanium, magnesium dan aluminium dalam kapsul grafit.
Hasil percobaan memperlihatkan bahwa ketika sampel ditekan lebih dari 70 ribu kali lipat tekanan Bumi dan dipanaskan hingga 2.000 derajat Celsius, grafit berubah menjadi berlian. Hal ini menguatkan kemungkinan keberadaan lapisan berlian di dalam Merkurius.
Temuan ini memberi wawasan baru tentang evolusi planet berbatu, termasuk struktur lapisan dalam Merkurius. Pengetahuan tersebut juga dapat membantu memahami proses serupa di eksoplanet dengan kondisi mirip.
Merkurius sendiri dikenal memiliki inti logam besar yang menyusun 85 persen radiusnya. Sebagai planet terestrial yang jarang dieksplorasi, Merkurius terakhir diteliti secara mendalam melalui misi MESSENGER NASA yang berakhir pada 2015, sebagaimana dikutip dari The Economic Times, Sabtu (27/9/2025).
Data MESSENGER menemukan adanya grafit dalam jumlah besar di permukaan planet tersebut. Karena berlian merupakan bentuk lain dari karbon, ilmuwan meneliti apakah kondisi awal Merkurius memungkinkan terbentuknya berlian, termasuk pengaruh sulfur yang bisa menurunkan titik leleh.
Meski ketebalan lapisan berlian masih sebatas perkiraan, lokasinya yang berada sekitar 500 kilometer di bawah permukaan membuat penambangan mustahil. Namun, misi BepiColombo diperkirakan akan memberikan data lebih akurat tentang keberadaan karbon dan berlian di Merkurius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





