Startup AI Saudi Pastikan Tak Gunakan Teknologi Huawei Demi Dapat Izin Impor Chip AS

AKURAT.CO Startup kecerdasan buatan (AI) asal Arab Saudi, Humain, menegaskan tidak akan memakai teknologi Huawei dalam produknya. Keputusan ini diambil agar perusahaan bisa mendapatkan izin dari Amerika Serikat untuk membeli chip canggih.
CEO Humain, Tareq Amin, mengatakan keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan agar bisa bekerja sama dengan mitra teknologi asal AS. Ia menegaskan bahwa Humain ingin membangun ekosistem AI yang aman dan sesuai dengan regulasi internasional.
Perusahaan yang didukung Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) ini tengah bernegosiasi dengan pejabat AS. Tujuannya adalah untuk mendapatkan lisensi resmi yang memungkinkan impor chip AI dari perusahaan teknologi Amerika.
Pemerintah AS diketahui memberlakukan pembatasan ekspor chip AI ke Arab Saudi. Setiap pengiriman chip akselerator canggih kini harus mendapatkan persetujuan langsung dari otoritas AS, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Kamis (30/10/2025).
Amin menjelaskan bahwa Humain telah menyerahkan laporan lengkap mengenai sistem keamanan dan kebijakan internal perusahaan. Dokumen tersebut disusun untuk meyakinkan AS bahwa tidak ada risiko transfer teknologi ke pihak Tiongkok.
Selain itu, Humain juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan kepatuhan terhadap peraturan global. Perusahaan berupaya menunjukkan bahwa investasi Arab Saudi di sektor AI tidak akan menimbulkan kekhawatiran geopolitik.
Ke depan, Humain berencana mengoperasikan sekitar 18.000 chip AI pada 2026. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat hingga 400.000 chip pada 2030, sebagai bagian dari ambisi Arab Saudi membangun pusat teknologi AI terbesar di kawasan Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









