Perplexity Luncurkan Alat AI untuk Mempermudah Pencarian Paten

AKURAT.CO Perplexity memperkenalkan alat riset baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk menyederhanakan proses pencarian paten. Ini menjadi solusi atas tantangan rumit yang sering dihadapi peneliti dan inovator saat menelusuri dokumen paten.
Melalui agen penelitian paten tersebut, pengguna kini bisa mencari paten menggunakan bahasa alami, bukan hanya mengandalkan kumpulan kata kunci teknis. Pendekatan ini membuat proses pencarian dapat menjadi lebih intuitif dan efisien bagi siapa pun.
Sebagai contoh, pengguna dapat menulis pertanyaan seperti "Apakah ada paten tentang pembelajaran bahasa AI?" atau "Paten komputasi kuantum utama sejak 2024." Dalam hitungan detik, sistem akan menampilkan hasil relevan lengkap dengan ringkasan yang dihasilkan oleh AI.
Keunggulan utama alat ini terletak pada kemampuannya melampaui pencocokan kata kunci. Artinya, ketika seseorang mencari 'pelacak kebugaran', sistem juga akan memunculkan paten terkait seperti 'jam tangan pemantau kesehatan' atau 'tali aktivitas'.
Selain dokumen paten, alat buatan Perplexity ini juga bisa menelusuri berbagai sumber tambahan. Beberapa di antaranya termasuk makalah akademik, repositori perangkat lunak publik dan sumber penelitian lain yang mendukung analisis mendalam.
Dikutip dari The Verge, Sabtu (1/11/2025), Perplexity menyebut bahwa alat riset paten ini saat ini masih dalam tahap uji coba atau versi beta. Meski demikian, seluruh pengguna dapat mengaksesnya secara gratis tanpa batasan fungsi dasar.
Untuk pengguna yang berlangganan paket Pro dan Max, Perplexity menyediakan kuota pencarian tambahan serta fitur konfigurasi lebih luas. Pengguna dapat mencoba alat ini langsung dengan memasukkan pencarian paten melalui platform resmi Perplexity.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








