Kolaborasi webMethods–Power 11 Jadi Andalan IBM untuk Stabilkan Workload Kritis di Era Cloud

AKURAT.CO, Diana Atmaja dari PT Abbasy Digital Teknologi (ADTECH) yang bergerak pada strategi bisnis berbasis AI, otomasi, dan infrastruktur TI pusat data menggagas acara cukup penting, forum teknologi.
Diana mengarahkan forumi itu agar perusahaan mendapat penjelasan teknis yang mudah dipraktikkan tentang stabilitas integrasi hybrid.
"Saya menekankan kebutuhan organisasi untuk memiliki sistem yang terhubung dengan rapi dan mampu menangani beban kerja yang terus meningkat," katanya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).
Baca Juga: Pendekatan Hybrid IBM Diklaim Jadi Solusi Integrasi Digital di Indonesia
Akhmad Makki dari IBM Indonesia menjelaskan peran webMethods dalam menghubungkan aplikasi dan data di berbagai platform. Ia memaparkan cara webMethods mengatur alur integrasi agar proses bisnis berjalan dengan pola yang konsisten. Penjelasan ini memberi gambaran kepada peserta tentang cara menjaga keteraturan data dalam sistem hybrid.
Sementara Danang Eri Sudewo menjelaskan kapabilitas Super iPaaS IBM sebagai pengelola otomasi dan perpindahan data. Ia menekankan fungsi platform ini dalam mengurangi pekerjaan manual dan mempercepat proses yang membutuhkan keputusan cepat.
Pemaparannya memberi arahan tentang bagaimana organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional melalui integrasi yang terstruktur.
Baca Juga: IBM Dorong Integrasi Hybrid Lebih Cepat Lewat webMethods dan Power 11
Adapun Yosia Setyo Susabdo memaparkan kekuatan IBM Power 11 yang menjadi fondasi komputasi untuk workload kritikal. Ia menjelaskan cara Power 11 mempertahankan performa tinggi sekaligus menjaga keamanan data. Peserta memperoleh pemahaman tentang peran komputasi yang stabil dalam mendukung integrasi lintas sistem.
"Kombinasi webMethods dan Power 11 memberi perusahaan jalur integrasi yang stabil di tengah penggunaan cloud yang semakin luas. Sistem yang stabil membantu organisasi mempertahankan kualitas layanan tanpa gangguan operasional. Pendekatan ini relevan bagi perusahaan yang masih mengelola banyak aplikasi internal yang harus dipertahankan," paparnya.
Peserta juga mendapat gambaran tentang tantangan integrasi nasional yang meliputi sistem lama, pemisahan data, dan kebutuhan percepatan pemrosesan informasi. Banyak organisasi membutuhkan kerangka integrasi hybrid yang dapat bekerja dalam kondisi yang berubah cepat. Teknologi yang dibahas memberi opsi yang realistis bagi perusahaan yang ingin memperkuat transformasi digital.
Acara yang dipimpin oleh Diana Atmaja ini memberi ruang pembelajaran yang terarah bagi peserta. Penjelasan dari para spesialis IBM memberi dasar yang jelas bagi organisasi untuk membangun integrasi hybrid yang stabil, aman, dan sesuai perkembangan kebutuhan bisnis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








