Cina Perketat Aturan AI demi Lindungi Anak dan Cegah Konten Berbahaya

AKURAT.CO Pemerintah Cina mengajukan aturan baru yang lebih ketat untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). Kebijakan ini ditujukan untuk melindungi anak-anak serta mencegah chatbot memberikan saran yang berisiko memicu kekerasan atau melukai diri sendiri.
Dalam regulasi tersebut, sistem AI juga dilarang memproduksi konten yang mengandung unsur perjudian. Kebijakan ini diambil untuk menekan dampak negatif teknologi terhadap kelompok rentan.
Rancangan aturan ini diumumkan oleh Administrasi Ruang Siber Tiongkok (CAC) seiring pesatnya pertumbuhan layanan chatbot. Jika disahkan, kebijakan ini akan berlaku untuk seluruh produk dan layanan AI di Cina.
Baca Juga: Trump Teken Perintah Eksekutif, Negara Bagian AS Dilarang Terapkan Aturan AI Sendiri
Dalam rancangan aturan tersebut, perusahaan AI diwajibkan menyediakan pengaturan khusus bagi anak-anak. Ketentuan ini mencakup pembatasan waktu penggunaan serta persetujuan wali untuk layanan persahabatan emosional.
Operator chatbot juga harus melibatkan manusia dalam percakapan yang berkaitan dengan bunuh diri atau melukai diri sendiri. Selain itu, mereka wajib segera memberi tahu wali atau kontak darurat pengguna.
CAC menegaskan penyedia AI harus mencegah konten yang mengancam keamanan nasional atau persatuan negara. Di sisi lain, pemerintah tetap mendorong pemanfaatan AI yang aman untuk kepentingan sosial dan budaya dengan membuka ruang masukan publik.
Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya perhatian global terhadap dampak AI pada perilaku manusia. Penggunaan chatbot untuk kebutuhan emosional dan terapi juga terus bertambah.
Di Cina, pertumbuhan startup AI seperti DeepSeek, Z.ai dan Minimax berlangsung pesat. Perusahaan-perusahaan tersebut telah mengumpulkan puluhan juta pengguna dan bersiap masuk bursa saham, sebagaimana dikutip dari BBC, Selasa (30/12/2025).
Perhatian serupa muncul di negara Barat, termasuk Amerika Serikat. OpenAI mengakui sulitnya menangani respons chatbot terkait melukai diri sendiri dan kini memperkuat pengelolaan risiko AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








