Grok Diduga Bagikan Alamat Rumah Pengguna, Alarm Privasi Serius?

AKURAT.CO Chatbot Grok buatan xAI milik Elon Musk disorot setelah laporan mengungkap kemampuannya membagikan alamat rumah seseorang hanya dengan permintaan sederhana. Temuan ini memicu kekhawatiran soal penyalahgunaan AI dan keamanan data.
Hasil investigasi Futurism menunjukkan bahwa Grok dapat mengungkap informasi sensitif, mulai dari alamat, kontak, hingga detail keluarga. Data tersebut bahkan tidak hanya berasal dari publik figur, tetapi juga orang biasa.
Dalam beberapa kasus, Grok disebut memberikan alamat yang benar dan masih digunakan. Salah satunya terjadi ketika chatbot menyebutkan alamat pendiri Barstool Sports, Dave Portnoy.
Futurism menguji 33 nama acak dan menemukan Grok memberikan 10 alamat yang benar, 7 alamat lama dan beberapa alamat kantor. Saat salah identitas, Grok tetap meminta pengguna 'menyempurnakan pencarian' alih-alih menghentikan jawabannya.
Lebih memprihatinkan, Grok terkadang menawarkan dua opsi jawaban berisi nama lengkap, nomor telepon dan alamat rumah. Dalam satu kasus, salah satu dari pilihan itu ternyata benar merupakan alamat dari individu yang ditelusuri.
Meski hanya diminta alamat, Grok sering memberikan data lengkap seperti nomor kontak, email dan informasi keluarga. Hampir semua pengujian menunjukkan ia membagikan detail identitas tanpa penolakan, berbeda dengan ChatGPT dan Gemini yang langsung menolak.
Dokumentasi Grok sebenarnya menyebutkan adanya filter untuk mencegah permintaan berbahaya. Namun, pembatasannya tidak secara jelas memasukkan permintaan doxxing atau data pribadi.
Ketentuan layanan xAI juga melarang pelanggaran privasi pengguna. Namun, praktik di lapangan menunjukkan perlindungan tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya, sebagaimana dikutip dari Futurism, Minggu (7/12/2025).
Ahli menilai Grok kemungkinan mengambil data dari broker data atau layanan pencarian orang yang mengumpulkan informasi pribadi secara daring. Meski datanya publik, proses otomatis Grok membuat akses jauh lebih mudah hanya dengan memasukkan nama lengkap.
Kemudahan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa AI seperti Grok bisa disalahgunakan untuk penguntitan, pelecehan, atau pencurian identitas. Saat perusahaan AI besar memperketat filter privasi, kemampuan Grok yang longgar dianggap sebagai celah berbahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








