OpenAI Hapus Sejumlah Model ChatGPT Mulai Februari, GPT-4o Termasuk yang Dipensiunkan

AKURAT.CO OpenAI berencana menghapus sejumlah model lama dari ChatGPT mulai 13 Februari mendatang. Kebijakan ini dilakukan untuk mendorong transisi pengguna ke model yang lebih baru dan efisien.
Salah satu model yang akan dihentikan adalah GPT-4o, yang sebelumnya cukup populer di kalangan pengguna. Model ini dikenal memiliki gaya respons yang lebih hangat dan natural dibandingkan generasi terbaru.
Saat GPT-5 diluncurkan, OpenAI sempat menghapus GPT-4o dari daftar model ChatGPT. Keputusan tersebut memicu reaksi luas karena banyak pengguna merasa kehilangan karakter respons yang mereka sukai.
Menanggapi kritik tersebut, OpenAI akhirnya memulihkan akses GPT-4o bagi pengguna berbayar. CEO OpenAI Sam Altman juga menegaskan pentingnya pemberitahuan yang lebih jelas jika model akan dihentikan di masa depan.
Sejak itu, OpenAI memperluas fitur personalisasi ChatGPT dengan menghadirkan berbagai opsi kepribadian. Pengguna kini dapat memilih gaya respons sesuai preferensi masing-masing, termasuk menambahkan instruksi khusus.
Meski demikian, OpenAI kembali memutuskan untuk menghentikan GPT-4o karena tingkat penggunaannya sangat rendah. Perusahaan menyebut hanya sekitar 0,1 persen pengguna harian yang masih mengandalkan model tersebut.
Selain GPT-4o, OpenAI juga akan menghentikan beberapa model lain dari ChatGPT. Model-model ini dianggap sudah tidak lagi menjadi pilihan utama pengguna.
OpenAI menegaskan bahwa penghentian model hanya berlaku di ChatGPT, bukan di API. Artinya, pengembang masih dapat menggunakan model-model tersebut dalam aplikasi mereka tanpa perubahan kebijakan.
Daftar model ChatGPT yang dihentikan dari ChatGPT (mulai 13 Februari)
Dikutip dari laman resminya, Senin (2/2/2026), OpenAI akan menghapus beberapa model lama dari ChatGPT. Berikut daftar lengkap model yang tidak lagi tersedia di ChatGPT:
- GPT-4o
- GPT-4.1
- GPT-4.1 mini
- OpenAI o4-mini
Hal ini menandai perubahan dalam pengelolaan model ChatGPT yang dilakukan OpenAI. Pengguna perlu menyesuaikan diri dengan model baru yang tersedia setelah kebijakan tersebut berlaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







