Akurat
Pemprov Sumsel

Kesenjangan Persepsi Pimpinan dan Karyawan Jadi Tantangan Utama Transformasi AI di Organisasi

Petrus C. Vianney | 4 Februari 2026, 09:54 WIB
Kesenjangan Persepsi Pimpinan dan Karyawan Jadi Tantangan Utama Transformasi AI di Organisasi

AKURAT.CO Adopsi kecerdasan buatan (AI) di organisasi tidak hanya menghadirkan tantangan teknologi, tetapi juga masalah komunikasi dan kepemimpinan. Perbedaan pandangan antara pimpinan dan staf menunjukkan transformasi AI belum dipahami secara merata.

Data menunjukkan 54,2 persen pimpinan menilai integrasi AI sudah efektif atau transformatif. Namun, hanya 11,2 persen staf yang memiliki pandangan serupa terhadap penerapan AI di organisasi.

Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan persepsi antara level manajemen dan karyawan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses transformasi digital di lingkungan kerja.

Baca Juga: Google Maps Kini Hadirkan Gemini AI untuk Navigasi Jalan Kaki dan Sepeda

Laporan State of Organizational Health 2025 dari Dale Carnegie menunjukkan kesiapan kepemimpinan belum sejalan dengan percepatan teknologi. Secara global, hanya 42 persen responden menilai komunikasi kuat, sementara empati mendalam dirasakan 17 persen dan psychological safety 15 persen.

"AI dapat meningkatkan efisiensi, tetapi manusialah yang menentukan bagaimana keputusan diambil, kepercayaan dibangun dan organisasi bergerak maju," ujar Joe Hart selaku President & CEO Dale Carnegie Global, saat bincang media yang digelar di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Di kawasan Asia Pasifik, kesenjangan kepemimpinan terlihat semakin jelas. Hanya 18 persen responden menilai komunikasi organisasi sangat efektif, dan 10 persen merasakan psychological safety.

Dampak kondisi tersebut terlihat pada tingkat keterlibatan karyawan. Hanya 20 persen responden yang tergolong sangat terlibat dalam pekerjaan.

President Director Dale Carnegie Indonesia, Paul J. Siregar, menilai kondisi tersebut relevan dengan situasi organisasi di Indonesia. "Tantangan kepemimpinan justru muncul pada aspek komunikasi, empati dan rasa aman psikologis di dalam tim," katanya.

Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi AI tidak hanya bergantung pada teknologi. Faktor kepemimpinan, komunikasi, kepercayaan dan keterlibatan karyawan juga menjadi penentu utama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.