Kesenjangan Persepsi Pimpinan dan Karyawan Jadi Tantangan Utama Transformasi AI di Organisasi

AKURAT.CO Adopsi kecerdasan buatan (AI) di organisasi tidak hanya menghadirkan tantangan teknologi, tetapi juga masalah komunikasi dan kepemimpinan. Perbedaan pandangan antara pimpinan dan staf menunjukkan transformasi AI belum dipahami secara merata.
Data menunjukkan 54,2 persen pimpinan menilai integrasi AI sudah efektif atau transformatif. Namun, hanya 11,2 persen staf yang memiliki pandangan serupa terhadap penerapan AI di organisasi.
Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan persepsi antara level manajemen dan karyawan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses transformasi digital di lingkungan kerja.
Baca Juga: Google Maps Kini Hadirkan Gemini AI untuk Navigasi Jalan Kaki dan Sepeda
Laporan State of Organizational Health 2025 dari Dale Carnegie menunjukkan kesiapan kepemimpinan belum sejalan dengan percepatan teknologi. Secara global, hanya 42 persen responden menilai komunikasi kuat, sementara empati mendalam dirasakan 17 persen dan psychological safety 15 persen.
"AI dapat meningkatkan efisiensi, tetapi manusialah yang menentukan bagaimana keputusan diambil, kepercayaan dibangun dan organisasi bergerak maju," ujar Joe Hart selaku President & CEO Dale Carnegie Global, saat bincang media yang digelar di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Di kawasan Asia Pasifik, kesenjangan kepemimpinan terlihat semakin jelas. Hanya 18 persen responden menilai komunikasi organisasi sangat efektif, dan 10 persen merasakan psychological safety.
Dampak kondisi tersebut terlihat pada tingkat keterlibatan karyawan. Hanya 20 persen responden yang tergolong sangat terlibat dalam pekerjaan.
President Director Dale Carnegie Indonesia, Paul J. Siregar, menilai kondisi tersebut relevan dengan situasi organisasi di Indonesia. "Tantangan kepemimpinan justru muncul pada aspek komunikasi, empati dan rasa aman psikologis di dalam tim," katanya.
Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi AI tidak hanya bergantung pada teknologi. Faktor kepemimpinan, komunikasi, kepercayaan dan keterlibatan karyawan juga menjadi penentu utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





