Adopsi AI Bisa Tambah 3,67 Persen PDB Indonesia, Menkomdigi Ungkap Sektor yang Perlu Dipercepat

AKURAT.CO Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) disebut berpotensi meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga 3,67 persen. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor.
"Daya saing hari ini tidak lagi ditentukan oleh sumber daya, tetapi oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi, terutama AI," kata Meutya Hafid selaku Menteri Komunikasi dan Digital, dikutip dari laman resmi Komdigi, Senin (20/4/2026).
Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan AI secara luas. Ekosistem digital yang terus tumbuh dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat adopsi teknologi ini.
Data Bank Dunia menunjukkan Indonesia berada di peringkat ke-41 dari 198 negara dalam transformasi digital publik. Posisi ini menempatkan Indonesia dalam kategori kuat di tingkat global.
Namun, adopsi AI disebut belum merata di semua sektor. Saat ini, sektor keuangan dan ritel dinilai lebih maju dibandingkan sektor lainnya.
Meutya menyoroti perlunya percepatan di sektor strategis lain. "Kesehatan, pertanian, dan manufaktur harus dipercepat karena di sanalah dampak terbesar bisa kita ciptakan," tegasnya.
Di sisi lain, perkembangan AI yang pesat juga memunculkan tantangan baru. Salah satunya terkait kebutuhan regulasi dan tata kelola yang jelas.
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan peta jalan dan etika AI nasional sebagai dasar kebijakan. Aturan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan publik.
Ke depan, pemanfaatan AI ditargetkan dapat menjangkau lebih banyak sektor dan pelaku ekonomi. Termasuk UMKM agar manfaat transformasi digital bisa dirasakan secara lebih merata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






