Akurat
Pemprov Sumsel

Marak Penipuan Berkedok Promo Ramadan, Ini Modus dan Cara Menghindarinya

Winna Wandayani | 20 Maret 2026, 16:10 WIB
Marak Penipuan Berkedok Promo Ramadan, Ini Modus dan Cara Menghindarinya
Marak Penipuan Berkedok Promo Ramadan, Ini Modus dan Cara Menghindarinya (Kaspersky)

AKURAT.CO Ramadan 2026 kembali dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan penipuan berkedok promo dan kampanye digital. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat berburu diskon dan penawaran online.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan adanya kampanye penipuan yang meniru perusahaan komersial selama periode Ramadan. Dalam skema ini, korban diminta memasukkan nomor telepon sebagai tahap awal.

Selanjutnya, korban diarahkan untuk menyebarkan tautan 'promo' tersebut ke kontak lain melalui WhatsApp atau Facebook Messenger. Setelah itu, korban dialihkan ke penipuan lain yang bertujuan mengumpulkan data dan memperluas jangkauan serangan.

Fenomena ini bukan hal baru dan kerap berulang setiap momen perayaan besar. Saat aktivitas digital meningkat, pengguna cenderung lebih mudah tergiur oleh penawaran yang terlihat menarik.

"Selama periode promo atau perayaan besar seperti Ramadan di Indonesia, penipu dapat menjadi lebih merajalela," ujar Defi Nofitra selaku Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (18/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pelaku kini semakin canggih dengan memanfaatkan AI untuk membuat phishing yang lebih meyakinkan dan sulit dikenali. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena serangan menjadi lebih tertarget dan semakin sulit diidentifikasi oleh pengguna.

Skala Ancaman Terus Meningkat

Data Kaspersky menunjukkan sepanjang 2025 terdapat 14.909.665 ancaman siber berbasis web yang berhasil dideteksi dan diblokir di Indonesia. Secara proporsi, sekitar 22,4 persen pengguna atau hampir 1 dari 4 orang pernah terpapar ancaman online.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lonjakan laporan penipuan selama Ramadan 2026. Dalam 10 hari pertama, tercatat 13.130 laporan yang melibatkan 22.593 rekening, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya dimanfaatkan pelaku usaha digital, tetapi juga oleh pelaku kejahatan siber. Mereka mengeksploitasi perilaku konsumtif dan kepercayaan pengguna selama periode tersebut.

Modus yang Perlu Diwaspadai

Penipuan biasanya dikemas dalam berbagai bentuk yang tampak meyakinkan. Modus ini dirancang agar terlihat seperti penawaran resmi atau promo menarik dalam bentuk:

- Promo diskon besar dari brand populer

- Undian atau hadiah Ramadan

- Tautan pendaftaran program tertentu

- Permintaan verifikasi data melalui pesan instan

Ciri utamanya adalah adanya dorongan untuk segera bertindak, seperti klik tautan atau membagikan pesan ke orang lain. Pola ini sering dimanfaatkan untuk menekan korban agar tidak sempat berpikir panjang.

Cara Menghindari Penipuan Digital

Untuk mengurangi risiko, pengguna perlu lebih kritis terhadap setiap informasi yang diterima, terutama selama periode promo besar. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

- Memastikan keaslian pengirim dan tautan sebelum mengklik

- Mengakses situs resmi dengan mengetik alamat secara manual

- Menghindari instalasi aplikasi dari sumber tidak resmi

- Menggunakan kata sandi kuat dan mengaktifkan autentikasi dua faktor

- Tidak membagikan informasi sensitif seperti OTP, password, atau data kartu

Selain itu, penggunaan perangkat lunak keamanan dapat membantu mendeteksi dan memblokir ancaman secara otomatis. Namun, perlindungan ini tetap perlu dibarengi dengan kewaspadaan pengguna saat beraktivitas digital.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.