Samsung Perluas Beta One UI 8.5 Berbasis Android 16, Ini Daftar Perangkat yang Kebagian

AKURAT.CO Samsung semakin membuka akses uji coba One UI 8.5 dengan menjangkau lebih banyak perangkat Galaxy. Sistem antarmuka terbaru ini berbasis Android 16 dan mulai diperkenalkan lewat lini Galaxy S25.
Program beta kini tidak lagi terbatas pada flagship terbaru, tetapi juga mencakup perangkat lipat dan tablet. Hal ini menunjukkan strategi Samsung untuk mempercepat adopsi fitur baru sebelum rilis final.
Pengguna di wilayah tertentu sudah bisa mendaftar melalui aplikasi Samsung Members. Pengguna dapat mencoba pembaruan desain, peningkatan performa, serta fitur baru lebih awal.
Karena masih dalam tahap pengembangan, versi beta berpotensi menghadirkan bug atau gangguan kecil. Meski begitu, fase ini penting untuk mengumpulkan masukan pengguna sebelum versi stabil dirilis luas.
Samsung sendiri diketahui sudah menghadirkan versi stabil One UI 8.5 pada seri Galaxy S26. Namun, program beta tetap berjalan paralel untuk perangkat lain.
Daftar Perangkat Galaxy yang Kebagian Beta
Berikut sejumlah perangkat yang sudah mendukung program beta One UI 8.5:
Seri Galaxy S:
- Galaxy S25, S25 Plus, S25 Ultra
- Galaxy S24, S24 Plus, S24 Ultra
- Galaxy S25 FE, S24 FE
Seri Galaxy Z:
- Galaxy Z Fold 7, Z Fold 6
- Galaxy Z Flip 7, Z Flip 6
Tablet:
- Galaxy Tab S11, Tab S11 Ultra
Ketersediaan masih bergantung pada wilayah dan distribusi bertahap, sebagaimana dikutip dari laman resmi Samsung, Senin (30/3/2026).
Menariknya, Samsung tetap memperluas program beta meski versi stabil sudah diperkenalkan di perangkat terbaru. Pendekatan ini berbeda dari pola sebelumnya yang biasanya menghentikan beta setelah rilis final.
Samsung mengonfirmasi program beta akan terus diperluas hingga April 2026. Ada kemungkinan perangkat kelas menengah, termasuk seri Galaxy A, ikut masuk dalam daftar berikutnya.
Dengan demikian, ekspansi beta dalam skala besar memberi keuntungan bagi Samsung dalam menyempurnakan sistem sebelum distribusi global. Semakin banyak pengguna yang terlibat, semakin cepat pula bug teridentifikasi dan diperbaiki.
Di sisi lain, strategi ini juga memperkuat posisi Samsung dalam ekosistem Android dengan menghadirkan pembaruan lebih cepat dan teruji. Bagi pengguna, ini membuka peluang merasakan fitur terbaru lebih awal, dengan konsekuensi stabilitas yang belum sepenuhnya matang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






