Harga Switch 2 dan Xbox Diprediksi Berpotensi Naik Susul PS5

AKURAT.CO Kenaikan harga Sony PlayStation 5 dan PlayStation 5 Pro mulai berdampak luas di industri gim. Analis menilai Nintendo Switch 2 serta Xbox Series X dan Xbox Series S berpotensi ikut mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.
Menurut analis dari Ampere Analysis, Piers Harding-Rolls, lonjakan harga komponen menjadi faktor utama di balik kenaikan harga PS5. Sony bahkan dilaporkan telah mengamankan pasokan DRAM dalam jumlah besar, namun tekanan biaya belum mereda.
"Tidak akan mengejutkan jika Microsoft dan Nintendo mengikutinya dalam waktu yang tidak terlalu jauh," ujarnya, dikutip dari Eurogamer, Selasa (31/3/2026).
Kenaikan harga sekitar $100 (sekitar Rp1,6 jutaan) di pasar Amerika Serikat dan wilayah Eropa menjadi sinyal bahwa produsen mulai kesulitan menjaga margin perangkat keras. Kondisi ini membuat kenaikan harga dinilai sebagai langkah yang sulit dihindari.
Harding-Rolls menilai kebijakan Sony bisa diikuti oleh Microsoft dan Nintendo. Jika biaya produksi terus meningkat, kedua perusahaan kemungkinan akan menyesuaikan harga demi menjaga profitabilitas.
Meski sebelumnya Microsoft sempat menyesuaikan harga konsol pada 2025, keputusan itu diambil sebelum lonjakan harga komponen terbaru. Artinya, ruang untuk kenaikan lanjutan masih terbuka.
Nintendo menghadapi tantangan berbeda. Kenaikan harga Nintendo Switch 2 berisiko menghambat transisi pengguna dari generasi sebelumnya.
Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, sebelumnya mengakui adanya tekanan biaya, tetapi belum memastikan kenaikan harga dalam waktu dekat. Namun, opsi tersebut tetap terbuka jika pasokan komponen seperti DRAM terus terbatas.
Faktor geopolitik juga memperburuk situasi. Ketegangan terkait Iran disebut turut mengganggu rantai pasok global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Gangguan ini berdampak pada distribusi komponen penting dan berujung pada kenaikan biaya produksi. Analis menilai kondisi tersebut ikut mendorong harga PS5 naik lebih tinggi dari rencana awal.
Jika ini berlanjut, konsumen kemungkinan harus bersiap menghadapi harga konsol yang semakin mahal di semua lini. Alternatif yang lebih terjangkau pun bisa semakin terbatas, terutama jika Switch 2 dan Xbox benar-benar mengikuti Sony.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





