Akurat
Pemprov Sumsel

Proton Luncurkan Proton Meet, Layanan Video Call Penantang Zoom dan Google Meet

Winna Wandayani | 4 April 2026, 11:10 WIB
Proton Luncurkan Proton Meet, Layanan Video Call Penantang Zoom dan Google Meet
Proton Meet (Proton.me)

AKURAT.CO Proton memperluas portofolio layanannya dengan meluncurkan Proton Meet, sebuah platform konferensi video yang berfokus pada keamanan. Layanan ini diposisikan sebagai alternatif bagi Zoom, Microsoft Teams dan Google Meet.

Peluncuran ini menegaskan strategi Proton dalam menantang dominasi perusahaan teknologi besar. Fokus utamanya tetap pada privasi sebagai nilai jual utama.

Proton Meet dilengkapi enkripsi end-to-end untuk menjaga keamanan komunikasi pengguna. Dengan pendekatan ini, percakapan tidak dapat diakses oleh pihak luar, termasuk Proton sendiri.

Menariknya, pengguna tidak diwajibkan memiliki akun untuk bergabung dalam rapat. Bahkan, siapa pun dapat membuat panggilan anonim langsung dari situs Proton Meet.

Versi gratis memungkinkan panggilan dengan hingga empat peserta tanpa login. Sementara itu, pengguna akun gratis bisa mengadakan rapat hingga 50 orang dengan durasi maksimal satu jam.

Dikutip dari laman resminya, Rabu (1/4/2026), Proton juga menegaskan bahwa tidak ada pelacakan maupun penyimpanan data aktivitas pengguna. Hal ini menjadi pembeda dibanding banyak layanan konferensi video lainnya.

Untuk kebutuhan lebih lanjut, Proton menyiapkan paket berbayar Meet Professional mulai $8 (sekitar Rp135 ribuan) per bulan. Paket ini diklaim menawarkan fitur tambahan, meski detailnya belum diungkap sepenuhnya.

Kehadiran Meet melengkapi ekosistem Proton yang sudah mencakup Mail, Calendar, VPN, Drive dan pengelola kata sandi. Proton Drive sendiri kini telah mendukung kolaborasi dokumen dan spreadsheet.

Seiring peluncuran ini, Proton juga memperkenalkan Proton Workspace sebagai payung layanan terintegrasi. Paket berlangganan ditawarkan mulai $13 (sekitar Rp220 ribuan) per bulan dengan kapasitas penyimpanan 500GB.

Proton menyasar pasar bisnis selain pengguna individu untuk memperluas adopsi layanannya. Saat ini, perusahaan mengklaim memiliki lebih dari 100 juta pengguna dan sekitar 100 ribu pelanggan enterprise.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.