Cina Kaji Konstelasi Komputasi Luar Angkasa, Dorong Infrastruktur Digital Global

AKURAT.CO Cina mulai mengkaji pengembangan konstelasi komputasi cerdas berbasis ruang angkasa. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat fondasi infrastruktur digital dengan cakupan global.
Studi kelayakan dilakukan secara menyeluruh bersama penilaian awal proyek. Tahap ini menjadi dasar sebelum implementasi skala besar dijalankan.
Yu Guobin dari Administrasi Sains, Teknologi dan Industri Negara untuk Pertahanan Nasional menyampaikan perkembangan tersebut. Ia mengungkapkan proses awal sudah mencakup pertemuan proyek dan diskusi panel ahli.
"Administrasi telah memimpin penyelenggaraan pertemuan awal proyek dan sesi panel ahli, dan pekerjaan terkait saat ini berjalan secara teratur," ujarnya, dikutip dari Science and Technology Daily, Rabu (22/4/2026).
Komputasi berbasis ruang angkasa memanfaatkan satelit sebagai pusat pemrosesan data. Teknologi ini membuat pengolahan data dapat dilakukan langsung di orbit.
Pendekatan ini menawarkan respons yang jauh lebih cepat dibanding sistem berbasis darat. Selain itu, cakupan layanan dapat menjangkau wilayah global tanpa batas geografis.
Yu menilai teknologi ini penting untuk menembus keterbatasan komputasi konvensional. Kebutuhan akan daya komputasi yang terus meningkat menjadi pendorong utama pengembangan ini.
Pusat data darat saat ini menghadapi berbagai kendala operasional. Mulai dari konsumsi energi tinggi hingga keterbatasan lahan dan biaya pendinginan yang mahal.
Model lama juga mengandalkan pengiriman data mentah dari satelit ke bumi untuk diproses. Cara ini menyebabkan keterbatasan bandwidth dan rendahnya pemanfaatan data secara real-time.
Dikutip dari Digitimes, Rabu (22/4/2026), komputasi di orbit membuat data dapat diproses langsung sebelum dikirim ke darat. Hal ini mampu memangkas latensi dari hitungan jam menjadi hanya beberapa detik.
Xie Lina dari China Academy of Information and Communications Technology menjelaskan peran komunikasi laser antar-satelit. Teknologi ini mendukung pertukaran data cepat sekaligus membangun jaringan global yang stabil.
Pemerintah Cina juga menyiapkan dukungan industri untuk mempercepat pengembangan teknologi ini. Fokusnya mencakup riset, standar sistem, serta pengembangan chip tahan radiasi dan komunikasi antar-satelit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





