Tim Cook Sebut Apple Maps Jadi Kesalahan Besar di Awal Kepemimpinannya

AKURAT.CO Tim Cook mengakui peluncuran Apple Maps pada 2012 sebagai salah satu kesalahan terbesar selama ia memimpin Apple. Pengakuan itu disampaikan dalam forum internal perusahaan menjelang transisi ke John Ternus.
Saat pertama dirilis, Apple Maps langsung mendapat banyak kritik. Masalahnya bukan sepele, mulai dari lokasi yang salah, label yang keliru, hingga navigasi yang tidak akurat.
Di tengah kondisi itu, layanan Apple tertinggal cukup jauh dari Google Maps yang sudah lebih stabil dan dipercaya pengguna.
Cook mengakui produk tersebut sebenarnya belum siap dilepas ke publik. Ia menyebut keputusan saat itu dipengaruhi proses pengujian data lokal yang belum matang.
Alih-alih defensif, Apple mengambil langkah yang cukup berani. Cook meminta maaf secara terbuka dan bahkan menyarankan pengguna memakai aplikasi pesaing untuk sementara.
"Gunakan aplikasi lain ini. Mereka lebih baik dari kita. Tapi itu adalah hal yang sederhana," kata Cook, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: Apple Tunjuk John Ternus Jadi CEO Baru, Gantikan Tim Cook Setelah 15 Tahun
Menurut Cook, keputusan itu jadi titik penting dalam budaya perusahaan. Apple belajar bahwa menjaga kepercayaan pengguna jauh lebih penting dibanding mempertahankan ego produk.
Seiring waktu, Apple Maps terus dibenahi. Kini, layanan tersebut disebut sudah jauh lebih kompetitif dengan peningkatan signifikan di sisi akurasi dan fitur.
Selain membahas kegagalan, Cook juga menyinggung pencapaian yang paling ia banggakan, yaitu Apple Watch. Terutama karena fitur kesehatannya memberi dampak nyata bagi pengguna.
Ia bahkan mengaku pernah menerima pesan dari pengguna yang hidupnya terselamatkan berkat perangkat tersebut, momen yang membuatnya terdiam.
Cook juga tidak menutup kemungkinan bahwa daftar kesalahannya cukup panjang, termasuk proyek AirPower dan mobil Apple yang batal terealisasi. Meski begitu, Apple relatif berhasil menghindari krisis besar selama lebih dari satu dekade.
Cook menjabat sebagai CEO sejak 2011 dan akan menyerahkan posisi tersebut pada 1 September 2026. Tongkat estafet kepemimpinan akan beralih ke Ternus, menandai babak baru bagi Apple.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








