Pengguna Mulai Beralih ke DuckDuckGo Setelah Google Perluas AI di Search

AKURAT.CO Sejumlah pengguna internet mulai beralih ke DuckDuckGo setelah Google memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) pada layanan Search. Tren ini muncul usai Google mengumumkan pembaruan besar dalam ajang Google I/O 2025.
Dalam pembaruan tersebut, Google mengubah mesin pencarinya menjadi lebih berbasis percakapan. Fitur AI Overviews dan AI Mode membuat pengguna mendapatkan jawaban langsung tanpa harus membuka banyak tautan.
Meski Google menegaskan AI Overviews telah tersedia selama dua tahun dan AI Mode bukan fitur default, respons negatif tetap bermunculan. Sebagian pengguna menilai pengalaman pencarian menjadi terlalu bergantung pada AI.
Kritik juga datang dari pengguna yang khawatir AI dapat menampilkan informasi yang kurang akurat. Selain itu, sejumlah pengguna merasa kehilangan kendali untuk memilih hasil pencarian tradisional.
Situasi tersebut menjadi peluang bagi DuckDuckGo, mesin pencari yang selama ini dikenal fokus pada privasi pengguna. Meski hanya menguasai sekitar 2 persen pasar pencarian di Amerika Serikat, popularitasnya mulai meningkat.
"Kami ingin menjadi tempat yang menempatkan pengguna bertanggung jawab dan memungkinkan mereka untuk memutuskan seberapa banyak atau seberapa sedikit AI yang mereka inginkan," ujar Gabriel Weinberg selaku CEO DuckDuckGo.
Ia juga menilai kualitas hasil pencarian Google justru mengalami penurunan setelah semakin banyak fitur AI diterapkan. Perubahan tersebut tidak selalu membuat hasil pencarian menjadi lebih baik bagi pengguna.
Menurut data DuckDuckGo, pemasangan aplikasi di Amerika Serikat meningkat rata-rata 18,1 persen selama periode 20 hingga 25 Mei dibandingkan minggu sebelumnya. Pada 25 Mei, pertumbuhan instalasi bahkan mencapai 30,5 persen.
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada perangkat iOS. Rata-rata pertumbuhan mencapai 33 persen, dengan lonjakan tertinggi menyentuh 69,9 persen, sebagaimana dikutip dari TechCrunch, Sabtu (30/5/2026).
Halaman pencarian bebas AI milik DuckDuckGo di noai.duckduckgo.com juga mencatat peningkatan trafik. Kunjungan ke halaman tersebut tumbuh rata-rata 22,7 persen dan mencapai puncak 27,7 persen pada 24 Mei.
Data dari perusahaan analitik Apptopia turut menguatkan tren tersebut. Apptopia mencatat unduhan harian DuckDuckGo meningkat 29 persen di AS dan 12 persen secara global pada periode yang sama.
Meski memiliki layanan AI sendiri, DuckDuckGo menilai pengguna tetap perlu diberi kebebasan memilih penggunaan AI. Sementara itu, Google mengklaim AI Mode telah digunakan lebih dari satu miliar pengguna setiap bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum







