Milanion dan RPAL Perkuat Armada USV TNI AL

AKURAT.CO – Upaya modernisasi pertahanan maritim Indonesia kembali mendapat dorongan melalui kerja sama baru antara Milanion Group dan PT Republik Palindo Internasional (RPAL).
Kedua perusahaan resmi memperluas program pengembangan kapal permukaan nirawak atau Unmanned Surface Vessel (USV) untuk mendukung kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut.
Kesepakatan yang diumumkan di Paris, Prancis, pada 18 Juni 2026 itu menjadi kelanjutan dari kontrak yang telah berjalan sejak 2025 dan menegaskan komitmen kedua pihak dalam memperkuat kemampuan pengawasan, keamanan, serta operasi maritim nasional.
Program ini juga menitikberatkan pada pemanfaatan industri dalam negeri melalui pembangunan kapal cepat serang di Indonesia yang kemudian dikonversi menjadi platform nirawak menggunakan teknologi Advanced Autonomous Conversion System milik Milanion.
Fokus Tingkatkan Pengawasan dan Keamanan Maritim
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan jalur pelayaran strategis yang sangat luas, Indonesia membutuhkan teknologi maritim yang mampu meningkatkan kesadaran situasional dan respons terhadap berbagai tantangan keamanan.
Dalam kerja sama terbaru ini, Milanion dan RPAL akan menambah armada kapal cepat serang yang dapat dioperasikan sebagai platform berawak maupun nirawak sesuai kebutuhan misi.
Program tersebut merupakan pengembangan dari proyek sebelumnya yang mengonversi kapal serang cepat sepanjang 20 meter menjadi USV untuk TNI Angkatan Laut.
Armada yang dibangun nantinya akan digunakan untuk mendukung patroli pesisir, pengawasan wilayah maritim, perlindungan infrastruktur strategis, hingga pengamanan jalur pelayaran penting di kawasan perairan Indonesia.
CEO Milanion Group, Davinder Dogra, menegaskan bahwa proyek tersebut telah memasuki tahap implementasi nyata.
"Kami saat ini tengah mengerjakan program konversi kapal serang cepat buatan Indonesia menjadi USV untuk TNI Angkatan Laut. Ini bukan sekadar konsep atau rencana di atas kertas, melainkan program yang sudah berjalan," ujar Dogra.
Menurutnya, keputusan memperluas program tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap model kerja sama yang memanfaatkan kemampuan galangan kapal nasional serta talenta industri Indonesia.
"Keputusan untuk memperluas program ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap apa yang telah dibangun Milanion dan RPAL bersama-sama: sebuah pendekatan yang praktis dan berkelanjutan untuk mengembangkan kapabilitas maritim nirawak yang berdaulat dengan memanfaatkan galangan kapal serta talenta industri Indonesia," lanjutnya.
Transfer Teknologi dan Penguatan Industri Pertahanan Nasional
Kerja sama Milanion dan RPAL tidak hanya berfokus pada penyediaan platform kapal nirawak, tetapi juga menekankan transfer teknologi, pengembangan keterampilan, dan kemandirian industri pertahanan nasional.
Dalam skema ini, RPAL bersama galangan kapal nasional bertanggung jawab terhadap desain lambung, konstruksi kapal, serta berbagai pekerjaan yang dilakukan di dalam negeri.
Sementara itu, Milanion menyediakan teknologi Advanced Autonomous Conversion Kit, sistem misi, integrasi sistem, serta dukungan teknis agar kapal yang dikonversi memenuhi kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut.
Chairman Republikorp Group Holding, Norman Joesoef, mengatakan kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya memperkuat industri pertahanan Indonesia sekaligus membangun kemitraan internasional yang saling menguntungkan.
"Kemitraan ini mencerminkan komitmen kami untuk mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia sekaligus membangun kolaborasi internasional yang kuat dan seimbang. Bersama Milanion, kami melihat peluang untuk memperkuat kapabilitas maritim Indonesia, mengembangkan talenta nasional, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem pertahanan yang lebih tangguh," kata Norman.
Dengan pendekatan conversion kit pada platform yang dibangun di dalam negeri, program ini dinilai lebih cepat dan efisien dibandingkan pengembangan sistem baru dari awal. Selain meningkatkan kemampuan patroli dan pengawasan maritim, USV yang dihasilkan juga dapat mendukung operasi gabungan dengan fregat, korvet, pesawat udara, hingga aset berbasis darat.
Ke depan, platform USV hasil kolaborasi Milanion dan RPAL dirancang agar terus dapat dikembangkan sesuai kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut, sekaligus memastikan dukungan industri nasional tetap menjadi bagian utama dalam pemeliharaan dan pengembangan sistem tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026




