Seequent Soroti Pentingnya Kolaborasi Geosains untuk Dukung Pengembangan Industri di Indonesia

AKURAT.CO Seequent menggelar Seequent Connect Indonesia 2026 di Jakarta dengan menghadirkan lebih dari 100 peserta. Kegiatan ini membahas pemahaman bawah permukaan (subsurface) untuk mendukung proyek di sektor pertambangan, energi dan infrastruktur.
Acara tersebut turut melibatkan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta sejumlah perusahaan seperti PT Vale, Ormat Technologies dan PT Promisco sebagai pembicara.
Pemanfaatan energi panas bumi, pemodelan geologi tiga dimensi dan analisis geoteknik disebut dapat membantu mengurangi ketidakpastian dalam proyek. Teknologi tersebut juga dinilai mampu mengidentifikasi risiko sejak dini serta meningkatkan kualitas perencanaan.
Direktur Pengembangan Bisnis Seequent, Scott Moore, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar penting di kawasan Asia Pasifik. Menurutnya, pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi bawah permukaan diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan proyek.
"Sektor pertambangan, panas bumi, energi dan infrastruktur di Indonesia sama-sama bergantung pada pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi subsurface," kata Scott Moore, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (6/8/2026).
Seequent juga memaparkan sejumlah contoh penerapan teknologinya di Indonesia. Pada proyek nikel PT Stargate di Sulawesi, penggunaan perangkat lunaknya disebut mampu mengurangi kebutuhan pengeboran hingga 80 persen dan menghemat biaya pengeboran sekitar US$8 juta.
Pada proyek Unit 3 Lumut Balai milik Pertamina Geothermal Energy, pemodelan bawah permukaan disebut membantu menekan biaya pengeboran. Teknologi serupa juga digunakan pada proyek Jalan Trans-Papua PT Hutama Karya untuk mengoptimalkan desain dan mempercepat penyelesaian proyek.
Ketua MGEI, Rosalyn Wullandhary, mengatakan kolaborasi antara industri, asosiasi profesi dan perguruan tinggi penting untuk memperkuat kapasitas geosains nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan kompetensi para profesional di bidang geosains.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







