Akurat Logo

GIFA dan METEC Indonesia 2026 Hadir, Dorong Teknologi Industri Logam dan Hilirisasi

Winna Wandayani | 20 Agustus 2026, 22:22 WIB
GIFA dan METEC Indonesia 2026 Hadir, Dorong Teknologi Industri Logam dan Hilirisasi
GIFA dan METEC Indonesia 2026 Hadir, Dorong Teknologi Industri Logam dan Hilirisasi. (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Industri logam Indonesia terus berkembang seiring dengan agenda hilirisasi. Kondisi ini mendorong kebutuhan terhadap teknologi dan keahlian teknis di sektor manufaktur.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus GIFA dan METEC Indonesia 2026 yang digelar pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Edisi ketiga ini akan diikuti sekitar 260 perusahaan dan 6.000 pengunjung profesional.

GIFA Indonesia berfokus pada teknologi pengecoran logam, seperti peleburan, pembuatan cetakan, hingga otomasi. Sementara METEC Indonesia menghadirkan teknologi metalurgi dan produksi logam, termasuk besi, baja, serta logam non-ferrous.

"Indonesia sedang bergerak dari model ekspor sumber daya menuju model industri yang lebih terintegrasi," ujar Lars Wismer selaku Managing Director Messe Dusseldorf Asia, saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, perubahan tersebut meningkatkan kebutuhan terhadap teknologi dan keahlian rekayasa. Kondisi ini juga mendorong pengembangan keterampilan serta kemitraan dengan pelaku industri global.

Investasi Hilirisasi Meningkat

Perkembangan industri logam juga terlihat dari realisasi investasi pada sektor logam dasar, barang logam, mesin dan peralatan. Pada semester I 2026, nilai investasi subsektor tersebut mencapai US$8,44 miliar atau sekitar 14,9 persen dari total investasi nasional.

Pada kuartal II 2026, investasi hilirisasi bauksit tercatat US$2,25 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan investasi hilirisasi nikel yang mencapai US$1,65 miliar pada periode yang sama.

"Industri pengerjaan logam dan permesinan Indonesia membutuhkan akses terhadap teknologi pemrosesan canggih, keahlian teknis, serta kemitraan internasional," kata Dadang Asikin selaku Ketua Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA).

GIFA dan METEC Tambah Aluminium Pavilion

Selain GIFA dan METEC, penyelenggara menghadirkan Aluminium Pavilion untuk pertama kalinya pada 2026. Area ini menampilkan teknologi peleburan, pengecoran, fabrikasi, hingga daur ulang aluminium.

Kehadiran area tersebut sejalan dengan meningkatnya kapasitas produksi aluminium di Indonesia. Kondisi ini membuka kebutuhan pengolahan aluminium menjadi lembaran, foil, ekstrusi, kawat, produk cor dan komponen manufaktur.

"Aluminium berada di titik temu sejumlah prioritas industri Indonesia, termasuk hilirisasi, daya saing manufaktur, pembangunan infrastruktur, integrasi rantai pasok otomotif, serta transisi energi," ungkap Wismer.

Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, mengatakan kebutuhan teknologi semakin penting saat investasi memasuki tahap produksi. Menurutnya, kondisi tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap solusi industri yang sesuai.

"Dengan mendekatkan komunitas teknologi internasional yang relevan kepada industri Indonesia, kami bertujuan mendukung diskusi bisnis yang berbasis informasi mengenai produktivitas dan pengembangan rantai nilai," jelas Lia.

GIFA dan METEC Indonesia 2026 akan mempertemukan produsen, pemasok teknologi, perusahaan rekayasa dan pelaku industri hilir. Penyelenggara berharap kegiatan ini membantu industri menemukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan produksi dalam negeri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.