Edukasi Masyarakat, Hutama Karya Mulai Batasi Layanan Top Up Tunai Di Gerbang Tol

AKURAT.CO PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mulai mengurangi layanan top-up kartu UE secara tunai di seluruh jalan tol yang dikelola guna memaksimalkan sistem pembayaran non-tunai atu uang elektronik (UE).
Tujuan penerapan sistem tersebut adalah untuk memangkas waktu proses transaksi di jalan tol sehingga meminimalkan antrian dan kemacetan yang kerap terjadi pada sistem pembayaran tunai. Untuk itu, Hutama Karya memberikan edukasi mengenai kecukupan saldo uang elektronik sebelum berkendara.
Uji coba perdana dilakukan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Pekanbaru – Dumai (Permai) secara bertahap.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa sejak 20 Oktober 2023, layanan top-up tunai di tol Permai pada Gerbang Tol (GT) Kandis Utara dan GT Kandis Selatan diubah menjadi layanan non top-up (direct tapping), sehingga layanan top-up tunai yang semula tersedia di 7 GT, menjadi hanya 5 GT dan akan terus dikurangi secara bertahap hingga akhir tahun ini.
Baca Juga: Bos HK Usul PMN Rp31,35 Triliun Bakal Lanjutkan Jalan Tol Trans Sumatera
“Jika uji coba ini berhasil di tol Permai, akan kami terapkan juga di ruas tol lainnya. Diharapkan dengan pengurangan top-up tunai ini, pengguna jalan tol mulai terbiasa untuk mengecek dan mengisi saldo kartu UE terlebih dahulu sebelum melintas di jalan tol, mengingat layanan top-up tunai ini hanya layanan penunjang apabila terdapat kartu UE yang kurang saldo,” tutur Tjahjo dikutip Sabtu (4/11/2023).
Ke depan, Hutama Karya akan menghilangkan pilihan layanan top-up tunai di seluruh jaringan gerbang tol yang dikelola untuk menghindari proses transaksi tunai yang memakan waktu dan menimbulkan antrian.
Selain itu, transisi ini juga dilakukan sebagai dukungan perusahaan menuju penerapan sistem transaksi nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) yang akan segera diujicobakan di beberapa tol di Indonesia.
Diharapkan seluruh pengguna jalan tol terbiasa dengan aturan ini dan menjadikannya budaya baru, agar waktu transaksi di jalan tol lebih singkat dan tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.
"Selain itu kartu UE juga tidak hanya dapat digunakan di jalan tol, tetapi juga pembayaran transportasi publik lain serta pembelanjaan pribadi lainnya,” tambah Tjahjo.
Pengguna jalan tol dapat melakukan pengisian saldo UE dengan cepat melalui berbagai metode yang tersedia. Salah satunya melalui aplikasi yang menyajikan layanan dan informasi terkini di jalan tol kelolaan Hutama Karya, yaitu HK Toll Apps, yang dapat diunduh di IOS maupun Android.
Aplikasi ini memiliki sejumlah fitur antara lain informasi saldo UE maupun top up UE, akses CCTV di setiap ruas tol yang dikelola secara real-time, informasi tarif jalan tol, hingga lokasi rest area berikut dengan fasilitasnya.
Selain itu, isi ulang kartu UE juga dapat dilakukan melalui mobile banking, e-commerce, maupun pengisian di supermarket terdekat.
“Hutama Karya terus mengimbau pengguna jalan tol yang akan melintas untuk mengecek kondisi fisik dan kecukupan saldo kartu UE sebelum melintas di jalan tol,” ujar Tjahjo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








