PT Roatex Indonesia Hadirkan Jalan Tol Nirsentuh Berbasis GNSS, Revolusi Digital Transportasi Nasional

AKURAT.CO Transformasi digital di sektor transportasi nasional semakin nyata. PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) memastikan kesiapan penuh dalam menghadirkan sistem jalan tol nirsentuh berbasis teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) atau dikenal dengan Multi Lane Free Flow (MLFF).
Teknologi ini memungkinkan pengguna jalan tol melintas tanpa berhenti di gerbang, menandai era baru digitalisasi infrastruktur Indonesia.
Baca Juga: MBG, Sekolah Rakyat dan Kopdes Merah Putih Ibarat Jalan Tol untuk Pengentasan Kemiskinan
Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang didukung oleh Pemerintah Hungaria dengan total investasi senilai USD300 juta, di mana lebih dari separuhnya telah direalisasikan sejak kontrak ditandatangani empat tahun lalu.
“Dengan pendanaan penuh pada proyek ini, kami berkomitmen untuk berkolaborasi erat bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan implementasi sistem MLFF berjalan optimal,” ujar Attila Keszeg, Direktur Utama PT RITS, Selasa (21/10/2025).
Attila menegaskan, PT RITS telah menyiapkan seluruh elemen pendukung mulai dari vendor sistem pembayaran, aplikasi CANTAS, perangkat On-Board Unit (OBU), hingga layanan pelanggan 24 jam.
Selain kesiapan infrastruktur, perusahaan juga memperkuat lapisan keamanan digital dengan membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sesuai pedoman Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Kami siap mengadopsi perkembangan teknologi sesuai kebutuhan Indonesia, dengan standar keamanan siber tertinggi untuk menjamin keandalan sistem,” tambah Attila.
Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Ir. R. Sony Sulaksono Wibowo, MT, PhD, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar sistem MLFF dapat berjalan mulus.
“Aktor utama dalam sistem ini adalah pengelola jalan tol. Integrasi dengan operator dan penegak hukum seperti Korlantas sangat penting agar teknologi ini bisa diterapkan secara efektif,” jelas Sony.
Sementara dari sisi keamanan nasional, BSSN memastikan dukungan terhadap penerapan teknologi MLFF berbasis GNSS.
“Ini langkah penting dalam modernisasi sistem tol nasional. Kami siap mendukung penguatan keamanan digital agar sistem ini berjalan aman dan berkelanjutan,” kata Nur Achmadi Salmawan, Direktur Keamanan Siber dan Sandi untuk Sektor TIK, Media, dan Transportasi di BSSN.
Berdasarkan studi PT RITS tahun 2020, kemacetan di jalan tol menyebabkan kerugian ekonomi nasional lebih dari USD300 juta per tahun, sementara data Bank Dunia (2019) menyebutkan angka kerugian keseluruhan akibat kemacetan di Indonesia mencapai USD4 miliar per tahun.
Direktur PT RITS Renaldi Utomo menegaskan, sistem MLFF akan berkontribusi langsung terhadap efisiensi ekonomi, pengurangan emisi karbon, dan peningkatan pendapatan negara.
“Kami percaya dengan dukungan penuh pemerintah, proyek ini akan menjadi salah satu inovasi infrastruktur paling berdampak. Apalagi proyek MLFF telah masuk PSN sejak 2024 dan kembali dipertahankan pada 2025 di era Presiden Prabowo,” ujarnya.
Teknologi GNSS yang diusung PT RITS telah digunakan selama 11 tahun di Hungaria dan terbukti mampu meningkatkan pendapatan negara hingga lima kali lipat (392%).
Baca Juga: MPR MintaPemerintah Evaluasi Kebijakan Transportasi Nasional
Di Indonesia, sistem ini akan diterapkan secara multi-channel, memberi fleksibilitas bagi pengguna jalan tol untuk memilih metode pembayaran melalui aplikasi CANTAS, menggunakan perangkat On-Board Unit (OBU), atau membeli route ticket bagi pengguna non-registrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









