Akurat
Pemprov Sumsel

Bicara Udara Ajak Anak Muda Menyoroti Komitmen Capres-Cawapres Pemilu 2024 terhadap Lingkungan dan Transisi Energi

Arief Rachman | 27 Januari 2024, 17:18 WIB
Bicara Udara Ajak Anak Muda Menyoroti Komitmen Capres-Cawapres Pemilu 2024 terhadap Lingkungan dan Transisi Energi

AKURAT.CO Bicara Udara bekerja sama dengan @energibersih.ftw (Energi Bersih For The Win) mengadakan sebuah forum yang berjudul “Diskusi Publik Pembahasan Debat Cawapres Pemilu 2024: Isu Polusi Udara dan Transisi Energi” yang diselenggarakan baru-baru ini di Twin House Blok M, Jakarta.

Acara ini diselenggarakan untuk membuka kesempatan bagi generasi muda, terutama Generasi Z dan generasi milenial, untuk memahami visi dan misi calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) terkait dengan komitmen mereka terhadap isu-isu lingkungan dan transisi energi.

“55 persen pemilih dalam pemilu 2024 merupakan pemilih muda yang terbagi atas generasi milenial dan generasi Z. Kami merasa penting untuk memfasilitasi anak muda di tahun 2024 ini agar menggunakan hak pilihnya dalam menentukan pemimpin yang mendukung kebijakan-kebijakan lingkungan,” ujar Co-Founder Bicara Udara, Novita Natalia, dikutip Sabtu (27/1/2024).

Baca Juga: Belajar Perancangan Tata Udara, 44 Mahasiswa UPH Company Visit ke Daikin

Diskusi Publik berlangsung dalam 3 sesi. Sesi pertama merupakan pembahasan masalah lingkungan secara umum terutama tentang polusi udara dan energi terbarukan diawali dengan video pemantik.

Sesi kedua me-review ulang dan mengkonfirmasi pernyataan Cawapres dalam Debat Cawapres kedua melalui tanya jawab panelis-penanggap. Sementara sesi ketiga merupakan tanya jawab dan aspirasi dari audiens.

Co-Founder Bijak Memilih, Andhyta F. Utami mengatakan, masalah yang besar belakangan ini adalah banyak aktivitas lingkungan yang pintunya tidak banyak dibuka, banyak peneliti yang tidak boleh meneliti, dan bahkan dicabut izinnya.

Baca Juga: Gembong Robot Trading Viral Blast Ditangkap di Bangkok, Ditahan di Mabes Polri

“Yang perlu diperhatikan paradigma dari setiap paslon bagaimana memasukkan lingkungan di dalam konsep keadilan, konsep pertumbuhan, atau dalam konsep pemerataan. Visi misi dari setiap paslon sudah baik, selanjutnya tinggal bagaimana visi misi ini ter-delivered dengan baik & komitmen,” ujar Afutami.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager CASE for SEA, Agus Tampubolon, menjelaskan, ketiga perwakilan paslon memberikan jawaban yang berbeda fokus dan levelnya terkait pertanyaan strategi just energy transition dan terobosan kebijakan.

“Ada beberapa strategi dan kebijakan yang menurut saya sudah tepat arahnya guna mempercepat transisi energi, namun ada juga yang masih terlalu umum. Semoga diskusi singkat kemarin bisa membantu pemilih muda dalam memahami arah tiap paslon terkait transisi energi,” imbuhnya.

Baca Juga: Mahfud Berniat Mundur, Gibran Konsisten Cuti

Untuk diketahui, @energibersih.ftw adalah bagian dari CASE for SEA (Clean, Affordable, and Secure Energy for Southeast Asia).

Tujuan kami berkampanye di media sosial adalah untuk mainstreaming narasi transisi energi agar bisa lebih mudah diterima oleh khalayak, membangun jaringan transisi energi yang kolaboratif bersama campaigners, content creators, dan influencers sehingga ekosistem kampanye semakin kondusif, serta membentuk sense of community di antara sesama pegiat kampanye.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.