Menko AHY Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Transmigran
Hefriday | 12 Desember 2024, 23:22 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya peningkatan kualitas hidup transmigran sebagai paradigma baru dalam pelaksanaan program transmigrasi.
Dalam pernyataannya usai Upacara Hari Bhakti Transmigrasi di Jakarta, AHY menyatakan bahwa fokus program transmigrasi seharusnya bukan hanya pada perpindahan masyarakat, melainkan pada penguatan kualitas kehidupan mereka, baik pendatang maupun penduduk lokal di kawasan transmigrasi.
“Bukan hanya tentang kuantitas perpindahan, tetapi bagaimana kualitas kehidupan itu meningkat. Di sinilah penguatan sumber daya manusia sangat penting,” ujar AHY, Kamis (12/12/2024).
Menurutnya, pendekatan baru ini harus mencakup pendidikan, keterampilan, serta pembekalan yang memadai bagi transmigran untuk memastikan keberhasilan mereka.
Sejak dimulai pada 1950-an, program transmigrasi telah melibatkan lebih dari 2,2 juta kepala keluarga dan 9 juta penduduk. AHY mengakui bahwa banyak kisah sukses muncul dari program ini. Namun, ia menegaskan perlunya pembenahan, penataan, dan revitalisasi kawasan transmigrasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
“Kawasan transmigrasi harus menjadi tempat yang lebih baik dan lebih berkualitas. Bukan hanya soal pindah tempat, tetapi ada penggerak-penggerak dari generasi terbaik bangsa yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Mereka harus menjadi motor penggerak ekonomi di daerah,” tambahnya.
Selain itu, AHY menggarisbawahi pentingnya peningkatan produktivitas di kawasan transmigrasi untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah. Dengan menciptakan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru, transmigrasi diharapkan tidak hanya menjadi solusi demografi, tetapi juga menjadi strategi pembangunan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyinggung peran patriotisme dalam program transmigrasi. Presiden Prabowo Subianto, katanya, mendorong transmigran untuk menjadi patriot yang siap mendukung ketahanan nasional. Hal ini, menurut AHY, sejalan dengan program komponen cadangan (komcad) yang bertujuan memperkuat kedaulatan nasional.
“Negara sebesar Indonesia membutuhkan patriot-patriot yang dilatih dengan pendidikan karakter, nasionalisme, dan keterampilan unggul. Kolaborasi antara semangat komcad dan program transmigrasi dapat menjadi fondasi ketahanan nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, AHY menekankan perlunya kerja sama antar-kementerian dalam menjalankan program ini. Ia menyebutkan bahwa Kementerian Transmigrasi membutuhkan dukungan dalam penyediaan infrastruktur dasar, pendidikan, dan layanan kesehatan. "Kementerian Transmigrasi tidak bisa berdiri sendiri. Kerjasama lintas kementerian sangat diperlukan untuk membangun kawasan transmigrasi yang layak huni dan produktif," katanya.
Menurut AHY, infrastruktur yang memadai, seperti akses transportasi, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan, merupakan faktor kunci untuk menciptakan kawasan transmigrasi yang berdaya saing. Selain itu, kolaborasi dengan kementerian lain diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program transmigrasi.
Program transmigrasi di bawah paradigma baru ini diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif untuk pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi daerah, dan ketahanan nasional. “Kita harus memastikan transmigrasi menjadi bagian dari strategi besar bangsa dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, sejahtera, dan berdaya saing,” tukas AHY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








