Akurat
Pemprov Sumsel

Riset Pinhome: Infrastruktur Jadi Pendorong Utama Pasar Properti di Kuartal III-2024

Hefriday | 12 Desember 2024, 23:33 WIB
Riset Pinhome: Infrastruktur Jadi Pendorong Utama Pasar Properti di Kuartal III-2024

AKURAT.CO Platform properti terkemuka Pinhome merilis Laporan Pasar Properti Residensial Indonesia Kuartal III-2024 yang mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi motor utama pertumbuhan pasar properti di Indonesia.

Laporan ini mencatat peningkatan permintaan beli rumah hingga 21% di wilayah yang mengalami perkembangan infrastruktur signifikan, seperti Pulau Jawa, Bali, Lampung, dan Kalimantan Timur.  

CEO dan Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menegaskan peran besar infrastruktur dalam menggerakkan pasar properti. Pembangunan infrastruktur masif di Indonesia telah membuka akses dan meningkatkan konektivitas antar wilayah.
 
"Hal ini mendorong pertumbuhan pasar properti yang signifikan. Pinhome hadir untuk membantu masyarakat memanfaatkan peluang ini dan mewujudkan impian properti mereka,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/12/2024).
 
Proyek infrastruktur besar seperti Jalan Tol Solo-Yogya, LRT Bali, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi katalis utama pertumbuhan permintaan properti. Selain itu, kawasan seperti Sidoarjo dan Tangerang juga mencatat lonjakan penawaran rumah baru, masing-masing meningkat lebih dari tiga kali lipat dan 34%, didukung oleh pembangunan Flyover Djuanda di Sidoarjo dan proyek Tol Kataraja di Tangerang.  
 
 
Sementara itu, proyek LRT Jakarta Fase 1B dan LRT Jabodebek turut mendorong permintaan sewa apartemen di Jakarta Utara dan Jakarta Timur hingga empat kali lipat. Hal ini menunjukkan dampak infrastruktur tidak hanya pada pasar jual-beli, tetapi juga sektor properti sewa.  
  
Laporan Pinhome juga mencatat pertumbuhan positif pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), yang meningkat 9% di kuartal ketiga 2024. Pembiayaan syariah semakin diminati dengan pertumbuhan 13%, termasuk lonjakan dua kali lipat pada skema bunga tetap 15 tahun. KPR Take Over bahkan mencatat kenaikan signifikan sebesar 26%.  
  
Permintaan properti di wilayah suburban Jabodetabek terus meningkat, dengan 85% transaksi pembelian rumah berasal dari kawasan ini. Peningkatan konektivitas melalui infrastruktur jalan dan transportasi menjadi alasan utama masyarakat memilih kawasan penyangga sebagai lokasi hunian.  
 
Jumlah rumah seken yang tersedia di pasar juga mengalami peningkatan, tumbuh hingga 33% secara nasional. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sumatera Utara memimpin pertumbuhan ini dengan peningkatan masing-masing 62% dan 46%. Tren ini didorong oleh permintaan rumah kecil dengan luas tidak lebih dari 54 meter persegi.  
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa