Pakai Teknologi Digital, Waskita Targetkan Proyek LRT Jakarta Fase 1B Rampung Agustus 2026

AKURAT.CO PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai rampung pada tahun 2026.
Untuk mencapai target tersebut, WSKT menggunakan inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, sekaligus keberlanjutan dalam proses konstruksi pada proyek ini.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita mengatakan, tidak mudah membangun moda transportasi massal di kawasan perkotaan. Maka diperlukan solusi inovatif guna menangani kompleksitas di lapangan.
"Dengan kondisi yang cukup menantang, Waskita tetap berkomitmen mengerjakan LRT Jakarta Fase 1B secara tepat waktu dan memperhatikan mutu. Terbukti progres saat ini mencapai 77,96 persen, lebih cepat dari target yang sebesar 76,49 persen," kata Ermy dalam keterangan resmi, Senin (10/11/2025).
Baca Juga: Progres di Atas 50 Persen, Waskita Karya Pastikan Proyek LRT Jakarta Fase 1B dan Gedung Kedubes India Selesai Tepat Waktu
Demi mempercepat pembangunan, lanjutnya, Waskita menerapkan solusi digital berbasis Building Information Modelling (BIM) dan teknologi Bentley Systems. Perseroan pun memanfaatkan drone fotogrametri serta simulasi 4D untuk memantau dan mengelola proyek secara real time.
Ermy menjelaskan, Waskita menggunakan platform digital terintegrasi yang menggabungkan data spasial, model BIM, dan jadwal pekerjaan dalam satu sistem. Cara ini bertujuan memudahkan seluruh tim, baik teknis maupun nonteknis, untuk mengakses informasi proyek secara langsung serta cepat mengambil keputusan.
"Berkat metode tersebut, Waskita berhasil mengidentifikasi dan menyelesaikan lebih dari 1.200 potensi kendala sebelum proses konstruksi berlangsung. Tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja, implementasi simulasi 4D juga mendorong Perseroan menuju metode konstruksi yang lebih efisien dan presisi," tuturnya.
Dirinya mengungkapkan, secara finansial inovasi digital itu berdampak signifikan, karena Perseroan mampu menghemat hingga USD14,82 juta. Bahkan dapat menekan konsumsi material lebih dari USD7,3 juta.
"Dari sisi operasional juga terjadi peningkatan 80 persen pada efisiensi data serta pengurangan waktu permodelan sampai 40 persen. Kemudian bisa menurunkan inpeksi fisik sebesar 20 persen," tambah Ermy.
Inovasi digital pada pengerjaan LRT ini turut mendukung target Net Zero Emission (NZE) pemerintah, karena berkontribusi terhadap aspek keberlanjutan dengan potensi pengurangan emisi karbon antara 4.000 hingga 5.500 per tahun.
Upaya tersebut, kata Ermy mendorong pembangunan kota yang lebih cerdas dan ramah lingkungan. "Waskita Karya mendukung usaha pemerintah dalam menurunkan jejak karbon kota melalui penciptaan moda transportasi ini," ujar Ermy.
Adapun, dengan inovasi teknologi tersebut Waskita menjadi salah satu finalis dalam Bentley's Going Digital Awards Year in Infrastructure (YII) 2025 yang digelar di Amsterdam, Belanda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










