Kritik PSN PIK 2 Harus Berdasarkan Data, Bukan Sekadar Opini

AKURAT.CO Belakang ini, banyak yang mengkritisi Proyek Strategis Nasional Pantai Indah Kapuk 2 (PSN PIK 2). Sebagin besar, kritik yang dibangun terkesan tanpa dasar atau tidak valid.
Ketua Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Muhammad Rofi’i Mukhlis atau yang akrab disapa Gus Rofi’i, menegaskan, setiap kritik harus didasarkan pada data yang valid, bukan sekadar opini tanpa dasar.
“Mengkritik itu sah-sah saja, tapi harus berdasarkan data yang jelas. Kalau tidak ada data yang mendukung, itu bisa disebut sebagai kebohongan dan fitnah," ujar Gus Rofi’i dalam pernyataan resminya, dikutip pada Minggu (23/2/2025).
Menurutnya, pernyataan sejumlah pihak terkait PSN PIK 2 memiliki indikasi kepentingan tertentu yang perlu dipertanyakan.
Baca Juga: Demokrat Gelar Kongres, AHY Siap Susun Kepemimpinan Baru
Lebih lanjut, Gus Rofi’i menjelaskan alasan pihaknya membela proyek ini.
Menurutnya, PSN PIK 2 telah memberikan kontribusi besar bagi negara dan masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja.
“Mengapa saya membela PIK 2? Karena ada fakta yang jelas. Pertama, PIK 2 telah membayar pajak sebesar Rp50 triliun, yang berarti mereka berkontribusi nyata kepada negara. Kedua, proyek ini membuka ribuan lapangan pekerjaan, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," tegasnya.
Ia menekankan, proyek infrastruktur seperti PIK 2 harus dinilai secara objektif, bukan dijadikan bahan kritik tanpa dasar.
“Mari kita berbicara dengan fakta dan data. Jika memang ada kritik, silakan, tapi jangan asal tuduh tanpa bukti," tutup Gus Rofi’i.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Liga Spanyol Malam Ini: Madrid vs Girona, Bilbao vs Valladolid
Dengan pernyataan ini, ia berharap diskusi terkait PSN PIK 2 bisa berjalan lebih konstruktif, mengedepankan kepentingan masyarakat luas dan bukan sekadar polemik tanpa dasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








