Akurat
Pemprov Sumsel

Investasi Kawasan BBK Tembus Rp78 Triliun, Indonesia–Singapura Kian Mesra

Hefriday | 16 April 2025, 16:55 WIB
Investasi Kawasan BBK Tembus Rp78 Triliun, Indonesia–Singapura Kian Mesra

AKURAT.CO Kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) kembali mencuri perhatian. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat total realisasi investasi di kawasan ini mencapai USD4,67 miliar atau sekitar Rp78,38 triliun berdasarkan kurs per USDRp16.787. Angka ini mencerminkan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan barat Indonesia.

Batam menjadi penyumbang terbesar dalam perolehan investasi tersebut dengan capaian fantastis senilai USD3,26 miliar sepanjang tahun 2024. Sementara itu, Bintan menyumbang USD118,3 juta dan Karimun tak kalah signifikan dengan USD1,29 miliar. Kinerja positif ini menjadi bukti bahwa kawasan BBK kian diperhitungkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Tanah Air.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin, terdapat 180 proyek prioritas di kawasan BBK.

"Proyek-proyek ini mencakup sektor strategis seperti logistik, industri, pariwisata, teknologi digital, pengembangan SDM, hingga infrastruktur pendukung," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Baca Juga: BEI Keliling Daerah, Genjot Literasi Investasi Lewat Road to CMSE 2025

Dalam forum 17th Co-Chairs Meeting of Working Group on BBK and Other SEZs in Indonesia, Rudy menyampaikan bahwa BBK kini menjadi rumah bagi lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Salah satunya adalah KEK Nongsa yang tengah dikembangkan sebagai pusat data dan teknologi digital.

Sejumlah proyek infrastruktur penunjang pun tengah dikebut. Mulai dari pembangunan fasilitas data center, sistem pengolahan air, hingga perluasan kawasan terus digenjot.

Tak hanya itu, para investor asing juga menunjukkan ketertarikan tinggi dan bahkan telah menyatakan komitmennya secara langsung.

Dari sisi mobilitas, Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan isu visa yang selama ini menjadi kendala bagi pelaku usaha ASEAN. Skema Multiple Entry Visa kini diperkenalkan guna mempermudah perjalanan bisnis lintas negara. Hal ini dianggap krusial untuk mendukung pertumbuhan interaksi bisnis yang makin dinamis.

Sementara itu, dari sektor konektivitas, BP Batam tengah mempersiapkan pengembangan penuh Pelabuhan Batu Ampar. Targetnya adalah menjadikan pelabuhan ini sebagai pusat transshipment internasional. Kolaborasi dengan operator pelabuhan asal Singapura turut menjadi agenda penting yang akan dibahas lebih dalam di tahun 2025.

Pertemuan bilateral juga dilakukan dengan Chairman EDB Singapura, Png Cheong Boon. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kemajuan kebijakan kawasan BBK, dukungan terhadap KEK, transformasi digital, hingga isu konektivitas dan mobilitas antara BBK dan Singapura.

Kerja sama BBK sendiri telah difokuskan pada empat klaster utama sejak awal tahun 2024. Klaster-klaster tersebut meliputi lingkungan bisnis, promosi investasi, penguatan sektor industri, dan pengembangan kapasitas SDM. Pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan beberapa regulasi penting sebagai fondasi pengembangan kawasan ini.

Baca Juga: Kadin Teken MoU dengan Rusia, Buka Peluang Dagang dan Investasi Baru Lewat Jalur Timur Jauh

Tiga regulasi kunci tersebut adalah Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk KPBPB BBK, Peraturan Menko Perekonomian Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Rinci Pembangunan BBK, dan Perpres Nomor 21 Tahun 2025 tentang Penataan Lahan di KPBPB Batam.

Rudy menekankan bahwa regulasi-regulasi tersebut adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun ekosistem investasi yang kompetitif dan terintegrasi. Di tengah tantangan global seperti proteksionisme dan geopolitik, penguatan kerja sama regional menjadi sangat relevan.

“Dalam konteks meningkatnya ketidakpastian ekonomi global di 2025, peran Working Group BBK menjadi semakin penting sebagai platform koordinasi kebijakan yang adaptif dan responsif,” ujar Rudy.

Senada dengan itu, Chairman EDB Singapura, Png Cheong Boon menyampaikan bahwa kawasan Nongsa memiliki potensi besar untuk menjadi simpul utama ekosistem digital di kawasan Asia Tenggara. Ia menilai dukungan regulasi yang kuat akan menjadi kunci dalam menarik lebih banyak investor berkualitas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa