Akurat
Pemprov Sumsel

Jakarta Diproyeksikan Jadi Kota Global Hijau dan Inklusif, Bappenas Dorong Kolaborasi Wilayah

Hefriday | 25 April 2025, 16:15 WIB
Jakarta Diproyeksikan Jadi Kota Global Hijau dan Inklusif, Bappenas Dorong Kolaborasi Wilayah

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa Jakarta memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota global yang hijau, cerdas, dan inklusif. Namun, ia menegaskan bahwa potensi tersebut tidak akan dapat diwujudkan tanpa adanya kolaborasi lintas wilayah di kawasan aglomerasi Jabodetabek.

“Potensi ini tidak akan terwujud tanpa kolaborasi lintas wilayah di kawasan aglomerasi,” kata Rachmat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) DKI Jakarta 2025, Jumat (25/4/2025).

Musrenbangprov DKI Jakarta digelar dalam rangka menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Forum ini disebut Rachmat sebagai momentum penting untuk menyatukan arah pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah.

“Musrenbangprov ini bukan sekadar forum teknokratik, tetapi ruang menyatukan visi pembangunan pusat dan daerah. Kita ingin Jakarta menjadi kota global yang tidak hanya maju, tetapi juga adil dan berkelanjutan,” ujar Rachmat.

Baca Juga: Bappenas dan BPK Kolaborasi Susun VNR SDGs 2025

Menurut Rachmat, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci agar setiap tahapan pembangunan benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan Jakarta ke depan, kata dia, harus menekankan keberlanjutan, keadilan sosial, serta inovasi teknologi.

Di sisi lain, Rachmat menyoroti kondisi perekonomian Indonesia yang dinilai tetap tangguh meski berada di tengah situasi global yang tidak menentu. Pada tahun 2024, ekonomi nasional tercatat tumbuh sebesar 5,03%, mengungguli negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap tantangan global dan berbagai persoalan dalam negeri, seperti ketimpangan pembangunan antar wilayah, rendahnya kualitas sumber daya manusia, hingga persoalan infrastruktur dasar.

Dalam arah pembangunan nasional untuk tahun 2026, pemerintah menetapkan tema “Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif dan Inklusif.” Fokus utamanya mencakup ketahanan pangan dan energi, penguatan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, serta pengentasan kemiskinan melalui hilirisasi industri dan intervensi sosial.

Bappenas juga mengusulkan beberapa intervensi strategis untuk Jakarta, di antaranya pengembangan koridor bisnis Jakarta–Tangerang, pembangunan tanggul terpadu melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), serta penguatan kawasan konservasi Taman Nasional Kepulauan Seribu.

Baca Juga: RI Ingin Keluar dari Middle Income Trap, Kepala Bappenas: Sekarang Kesempatan Terakhir

Lebih lanjut, Rachmat menyampaikan bahwa pemerintah akan mempercepat implementasi program Wajib Belajar 13 tahun dan penyediaan Makan Bergizi Gratis. Program tersebut akan menjadi bagian dari strategi intervensi sosial yang berkelanjutan guna menekan angka kemiskinan dan memperbaiki kualitas generasi muda.

“Upaya ini merupakan bagian dari pembangunan jangka panjang agar seluruh warga, terutama di perkotaan seperti Jakarta, bisa merasakan hasil pembangunan secara nyata,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa