Pemerintah Bangun 2.200 Rumah Rakyat di Papua Pegunungan

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memprioritaskan pembangunan rumah rakyat di Provinsi Papua Pegunungan.
Program ini menjadi bagian dari langkah nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Maruarar atau yang akrab disapa Ara menyampaikan bahwa pembangunan rumah di Papua Pegunungan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai aturan yang berlaku.
Baca Juga: Bisnis Rumah Subsidi Moncer, Ara: Minat Masyarakat Tinggi
“Saya yakin kita semua memiliki tujuan yang baik dalam pembangunan rumah di Papua Pegunungan. Pastikan semua yang dilakukan benar dan sesuai peraturan serta tata kelola yang berlaku, sehingga hasilnya bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Kementerian PKP menargetkan pembangunan sebanyak 2.200 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 2.000 unit akan diperuntukkan bagi masyarakat, sementara 200 unit lainnya disediakan khusus bagi para ketua suku, tokoh masyarakat, serta tokoh agama. Menurut Ara, skema ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan hunian sekaligus memperkuat struktur sosial di Papua Pegunungan.
Program ini tidak hanya dimaksudkan untuk menyediakan hunian yang layak, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam menurunkan angka kemiskinan yang masih tinggi di Papua Pegunungan. Berdasarkan catatan pemerintah, wilayah ini termasuk daerah dengan tingkat kemahalan hidup yang cukup tinggi dan kondisi keamanan yang rawan, sehingga pembangunan rumah sehat diharapkan dapat memberikan stabilitas sosial sekaligus dorongan ekonomi.
Ara menambahkan, dirinya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk memperlancar pelaksanaan program.
“Saya terus melaksanakan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo guna membahas tindak lanjut pembangunan rumah untuk rakyat di Papua Pegunungan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan rumah di Papua Pegunungan merupakan bentuk hadirnya negara sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan pembangunan rumah ini, negara hadir walaupun masih ada kondisi tingkat kemiskinan dan kemahalan tinggi,” kata Ara.
Baca Juga: Menteri Ara Siap Bayari DP Rumah Subsidi Untuk 100 Pegawai ITB Terbaik
Dari sisi lain, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyatakan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap program Kementerian PKP. Ia menilai, pembangunan rumah bagi masyarakat merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat kepada rakyat Papua Pegunungan.
“Ini merupakan bentuk perhatian nyata dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat, dan kami akan mendukung penuh pembangunannya di lapangan,” ujar John Tabo.
John juga berharap agar dalam pelaksanaan proyek ini, pemerintah dapat melibatkan kontraktor-kontraktor lokal. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya berhenti pada penyediaan rumah, tetapi juga ikut menggerakkan roda perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Pembangunan rumah sehat yang menjadi bagian dari program Kementerian PKP ini juga diharapkan dapat memberi dampak ganda. Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, hadirnya infrastruktur perumahan yang layak akan memperkuat pondasi pembangunan ekonomi jangka panjang di Papua Pegunungan.
Pemerintah optimistis bahwa pembangunan 2.200 rumah ini akan menjadi langkah awal dari program yang lebih luas untuk mengurangi kesenjangan wilayah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







