Cegah Banjir Bali Terulang, Kementerian PU Percepat Normalisasi Waduk Muara Nusa Dua

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum mendorong percepatan normalisasi Waduk Muara Nusa Dua yang berada di Sungai Badung. Sebagai salah satu upaya mitigasi untuk mencegah bencana banjir berulang di Provinsi Bali.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan selain curah hujan tinggi dan air pasang yang menyebabkan air sungai sulit mengalir ke laut.
Banjir Bali juga diakibatkan tingginya sedimentasi Waduk Muara Nusa Dua yang menyebabkan meningkatnya ketinggian air sungai serta penumpukan sampah dalam jumlah besar di sungai.
Baca Juga: Menteri Dody Pastikan 14 Infrastruktur Jalan Terdampak Banjir Bali Sudah Pulih
"Waduk ini ketinggian airnya juga sudah sangat tinggi yang menunjukkan sedimentasinya sudah sangat tinggi, jadi harus segera dikeruk," kata Dody, Minggu (21/9/2025).
Dody menambahkan BWS Bali akan berdiskusi dengan pemerintah daerah setempat mengenai proses pengerukan sedimen di Waduk Muara Nusa Dua ini, terutama untuk tempat pembuangan sedimennya.
"Proses pengerukan bisa sampai sekitar satu tahun karena sedimennya bisa mencapai ratusan ribu kubik dan tidak mungkin kita buang semua ke TPA Suwung," tambahnya.
Selain itu, Dody juga berharap pemerintah daerah juga dapat melakukan langkah-langkah agar masyarakat berhenti membuang sampah ke sungai.
Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) dapat menyaring hingga sekitar 60 ton sampah per hari dari Waduk Muara Nusa Dua.
"Bisa dilihat di sini ada tumpukan sampah yang menjadi salah satu penyebab banjir kemarin, selain hujan lebat dan air pasang pada saat yang sama. Sampah ini masalah besar yang menghambat aliran sungai dan harus segera diatasi," ujar Dody.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










