Berbalik Merugi Rp1,46 Triliun di 2025, Bos PPRE: Siklus Industri

AKURAT.CO Emiten infrastruktur yang fokus ke bisnis konstruksi bangunan dan teknik sipil, PT PP Presisi Tbk. (PPRE) membukukan kerugian Rp1,46 triliun di 2025, 180 derajat dari capaian 2024 yang untung Rp90,33 miliar.
Rugi itu imbas perolehan pendapatan yang tak mampu mengimbangi lonjakan beban. PPRE mencatatkan kenaikan pendapatan 4,09% yoy menjadi Rp3,94 triliun, dari Rp3,79 triliun pada 2024.
Namun, beban pokok pendapatan melonjak 35,25% yoy menjadi Rp4,07 triliun dari Rp3,01 triliun pada 2024. Alhasil, perseroan berbalik dari laba kotor Rp778,22 miliar menjadi rugi kotor Rp128,76 miliar.
Baca Juga: PT PP Presisi Tbk Raih Kontrak Baru untuk Proyek Tambang di Halmahera Timur
Dari sisi operasional, beban usaha meningkat 3,95% yoy menjadi Rp107,09 miliar. Kerugian penurunan nilai melonjak tajam 1.053,49% yoy menjadi Rp656,03 miliar dari Rp56,90 miliar. Beban keuangan juga naik 12,83% yoy menjadi Rp374,27 miliar.
Di sisi lain, pendapatan lainnya tumbuh 34,71% yoy menjadi Rp84,82 miliar, sementara beban lainnya naik 11,07% yoy menjadi Rp57,46 miliar. Beban pajak final juga naik 7,61% yoy menjadi Rp102,17 miliar.
Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah mengatakan kinerja perseroan tersebut mencerminkan fase penyesuaian, seiring dengan dinamika industri serta penerapan pendekatan kehati-hatian dalam memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.
Dalam periode ini, perseroan menjalankan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kualitas posisi keuangan serta meningkatkan disiplin operasional.
"Pendekatan ini dilakukan guna memastikan fondasi bisnis tetap solid dan mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar," ujar Rizki dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/4/2026).
Di sisi operasional, perseroan mengalami dinamika yang berdampak pada tingkat utilisasi aset dalam periode berjalan. Perseroan terus melakukan perbaikan secara bertahap untuk meningkatkan efisiensi dan menjaga stabilitas operasional.
Sementara itu, dari sisi eksternal, industri nikel global saat ini berada dalam kondisi kelebihan pasokan (oversupply) yang menyebabkan volatilitas harga komoditas.
Dalam merespons kondisi tersebut, perseroan melakukan penyesuaian harga sebagai bagian dari strategi untuk menjaga keberlangsungan proyek serta mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Ditambahkan Rizki, langkah-langkah yang diambil Perseroan merupakan bagian dari strategi untuk menjaga stabilitas dan memperkuat fondasi bisnis di tengah siklus industri.
“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah yang diambil. Fase ini kami pandang sebagai momentum untuk memperkuat fundamental, meningkatkan disiplin operasional, serta memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang,” imbuh Rizki.
Ke depan, perseroan akan terus berfokus pada peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi aset, serta penguatan kemitraan strategis.
Dengan pendekatan tersebut, perseroan optimistis dapat menjaga stabilitas kinerja serta berada dalam posisi yang lebih siap untuk menangkap peluang pertumbuhan ketika kondisi industri kembali membaik.
“Kami tetap percaya pada prospek jangka panjang industri nikel. Dengan langkah strategis yang kami jalankan saat ini, Perseroan berada dalam posisi yang tepat untuk bertumbuh secara berkelanjutan,” tutur Rizki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









