Dukung Pariwisata Bali, Kementerian PU Kebut Pembangunan 206 Proyek Infrastruktur Senilai Rp1,27 Triliun

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan infrastruktur secara terintegrasi di Provinsi Bali guna mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus menjaga daya saing Bali sebagai wajah pariwisata nasional.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Bali tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus mengintegrasikan perlindungan wilayah, konektivitas, sanitasi lingkungan, hingga dukungan terhadap produktivitas pangan.
“Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat Bali, khususnya sebagai dukungan agar Bali tetap menjadi wajah pariwisata nasional,” kata Dody dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Kementerian PU Dorong Percepatan Anggaran untuk Pemulihan Infrastruktur di Sumatra
Pada tahun anggaran 2026, Kementerian PU mengalokasikan 206 paket pekerjaan infrastruktur di Bali dengan total pagu sebesar Rp1,27 triliun yang mencakup sektor sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman, serta prasarana strategis.
Penguatan infrastruktur difokuskan pada perlindungan kawasan pesisir, pengendalian banjir, peningkatan konektivitas, serta pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan.
Dalam perlindungan pesisir, Kementerian PU kata Dody bakal melanjutkan Bali Beach Conservation Project untuk menangani abrasi pantai.
Dari total 215,82 km garis pantai kritis, sekitar 115 km telah tertangani, sementara sisanya akan dilanjutkan secara bertahap, termasuk di Pantai Candidasa dan Pantai Kuta–Legian–Seminyak dengan target penyelesaian hingga November 2027.
Pada aspek pengendalian banjir, Kementerian PU telah melakukan penanganan darurat di 37 titik meliputi pembersihan sampah, perbaikan tanggul, dan pengerukan sedimen.
Selain itu, penyusunan masterplan pengendalian banjir Kota Denpasar dilakukan pada 2026, disertai penanganan permanen melalui pembangunan dan rehabilitasi prasarana pengendali banjir di Kota Denpasar, Kabupaten Jembaran, dan Kabupaten Buleleng dengan target selesai pada Oktober 2026.
Di sektor konektivitas, rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi sepanjang 96,84 km terus disiapkan melalui skema KPBU untuk memangkas waktu tempuh dan meningkatkan efisiensi logistik. Proses pengadaan badan usaha ditargetkan dimulai pada 2027 dengan target operasi pada 2031.
Selain itu, penguatan sektor lingkungan dilakukan melalui peningkatan pengelolaan sampah melalui dari hulu hingga hilir, serta dukungan terhadap ketahanan pangan melalui percepatan pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









