PU Klaim 94 Persen Jalan Daerah di Sumatera Pascabencana Pulih

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan infrastruktur terdampak bencana di wilayah Pulau Sumatera sebagai bagian dari upaya pemulihan konektivitas dan layanan dasar masyarakat.
Hingga 7 Mei 2026, mayoritas infrastruktur terdampak telah kembali fungsional atau dalam proses penanganan lanjutan.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan penanganan infrastruktur ini merupakan komitmen pemerintah dalam memastikan infrastruktur kembali berfungsi sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat segera pulih.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Capai 45,91 Persen, Kementerian PU Target Rampung Juni 2026
“Penanganan infrastruktur pascabencana menjadi prioritas kami agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” kata Dody, Minggu (10/5/2026).
Pada sektor konektivitas, seluruh jalan nasional dan jembatan nasional terdampak telah kembali fungsional 100%. Sementara itu, penanganan jalan daerah dan jembatan daerah terus dilakukan secara bertahap bersama pemerintah daerah.
Berdasarkan data penanganan per 7 Mei 2026, dari total 2.421 ruas jalan daerah terdampak, sekitar 94% telah kembali fungsional. Untuk jembatan daerah, sekitar 67% dari 1.181 unit jembatan terdampak telah dapat difungsikan kembali.
Pada sektor sumber daya air, penanganan terus dilakukan secara bertahap, khususnya pada daerah irigasi, bendung, sungai, dan muara yang terdampak bencana. Penanganan sungai menunjukkan progres signifikan dengan capaian sekitar 73% telah selesai atau sedang dalam proses penanganan. Selain itu, seluruh embung terdampak telah selesai ditangani.
Di bidang infrastruktur dasar, Kementerian PU memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan. Dari 178 sistem penyediaan air minum (SPAM) terdampak, sekitar 95,5% telah kembali fungsional. Penanganan darurat pada seluruh Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) terdampak juga telah selesai dilakukan.
Untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak, pembangunan sumur bor dan pembersihan kawasan permukiman terus dilakukan di berbagai wilayah. Selain itu, pembangunan rumah hunian bagi masyarakat terdampak juga telah selesai dilaksanakan untuk 1.547 kepala keluarga.
Baca Juga: Kementerian PU Bangun SPPG Di Jember, Siap Produksi 3.000 Porsi per Siklus
Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal, termasuk pada sektor sumber daya air dan pemulihan infrastruktur permukiman.
Kementerian PU akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan seluruh infrastruktur terdampak dapat tertangani secara menyeluruh, berkelanjutan, dan tangguh terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









