Akurat Logo

Maruarar Sirait Tinjau Bedah Rumah, 174 Ribu Rumh Tak layak Huni

Esha Tri Wahyuni | 19 Oktober 2026, 09:40 WIB
Maruarar Sirait Tinjau Bedah Rumah, 174 Ribu Rumh Tak layak Huni
Menteri PKP, Maruarar Sirait - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam memperbaiki rumah tidak layak huni di Jakarta Utara.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait ke Kelurahan Rorotan, Cilincing, terdapat sekitar 174 ribu unit rumah tidak layak huni di wilayah tersebut.

Sementara itu, alokasi Program Bedah Rumah di Jakarta Utara pada 2026 mencapai 2.000 unit.

Besarnya kebutuhan perbaikan rumah tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Di Kelurahan Rorotan saja, terdapat sekitar 2.500 keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Baca Juga: 2 Tahun Menjabat Menteri, Maruarar Sebut Pegawai Kementerian PKP Bertambah Jadi Hampir 4.000 Orang

Maruarar meninjau langsung rumah warga penerima bantuan Program Bedah Rumah di Rorotan, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia melihat kondisi hunian warga sekaligus memastikan bantuan diberikan berdasarkan kondisi ekonomi keluarga dan tingkat kerusakan bangunan.

Salah satu penerima bantuan adalah Masulah (48), juru masak di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpenghasilan sekitar Rp 2,5 juta per bulan. Ia tinggal bersama suami dan lima anaknya di rumah seluas 45 meter persegi. Suaminya tidak lagi bekerja setelah mengalami stroke ringan.

Kondisi rumah Masulah mengalami kerusakan pada sejumlah bagian penting. Struktur bangunan, mulai dari pondasi, sloof, kolom, hingga ring balok, dilaporkan sudah rapuh.

Baca Juga: Doli Kurnia Sindir Hasyim Asy’ari soal Pasal ‘Selundupan’ PKPU Gibran: Dia Sedang Berupaya Berbagi Dosa

Rangka atap kayu juga rusak, dinding mengalami keretakan, dan lantai plester pecah. Atap asbes yang rusak membuat air hujan kerap masuk ke dalam rumah.

“Kalau hujan, air dari jalan masuk ke rumah. Atap juga bocor, tidak ada pondasi, jadi temboknya goyang. Harapannya dinding rumah bisa lebih kokoh dan semoga rumah saya juga bisa punya lantai yang lebih baik,” ujar Masulah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.