Akurat
Pemprov Sumsel

Rupiah Naik 8 Poin Ke Rp15.316 Usai Lonjakan Imbal Hasil US 10 Years Treasury

Arief.Permana | 22 Agustus 2023, 16:05 WIB
Rupiah Naik 8 Poin Ke Rp15.316  Usai Lonjakan Imbal Hasil US 10 Years Treasury

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 8 poin ke level Rp15.316 pada penutupan perdagangan Selasa, 22 Agustus 2023 usai lonjakan imbal hasil US 10 Years Treasury.

Pengamat pasar uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah digerakan oleh sentimen eksternal maupun internal. Dari eksternal, sentimen rupiah datang dari pidato Powell di Jackson Hole dipandang penting bagi ketahanan indeks Nasdaq Composite yang berbasis teknologi semalam dalam menghadapi lonjakan imbal hasil obligasi 10-tahun ke level tertinggi baru dalam beberapa tahun telah memberikan dorongan untuk sentimen risiko yang merugikan dolar safe-haven.

"Namun, kerugiannya kecil karena para pedagang menunggu pidato penting dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Simposium Jackson Hole akhir pekan ini. Pasar akan fokus pada apakah pimpinan The Fed percaya bahwa pengetatan kebijakan lebih lanjut akan diperlukan untuk menurunkan inflasi atau apakah sudah ada kemajuan yang cukup untuk mempertahankan suku bunga," kata Ibrahim diktuip Selasa (22/8/2023).

Sentimen eksternal lainnya terhadap rupiah yakni Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde yang juga dijadwalkan untuk berbicara di Jackson Hole pada hari Jumat, dan komentarnya akan diuraikan dengan cermat untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah bank sentral selanjutnya pada bulan September.

Seperti diketahui, inflasi di zona euro sudah mulai menurun tetapi masih jauh di atas target bank sentral sebesar 2%, sementara perekonomian di kawasan ini secara umum mengalami stagnasi selama tiga kuartal terakhir, yang menunjukkan pertumbuhan PDB yang hampir tidak positif pada tahun 2023.  Pinjaman bersih sektor publik negara ini naik £3,48 miliar pada bulan Juli, jauh di bawah £17,11 miliar pada bulan sebelumnya dan perkiraan £17,03 miliar.

Sementara itu, bank-bank besar milik negara China, karena pemerintah berusaha membendung pelemahan yuan lebih lanjut. Gagasan ini membuat PBOC memangkas suku bunga pinjamannya dengan margin yang lebih kecil dari perkiraan pada hari Senin, dengan bank ingin menjaga keseimbangan antara memberikan lebih banyak stimulus moneter.

"Tetapi kurangnya stimulus moneter menimbulkan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi yang melambat di China, yang pada gilirannya semakin merusak sentimen terhadap pasar China. Kekhawatiran perlambatan China juga membuat pedagang waspada terhadap sebagian besar mata uang Asia lainnya," imbuh Ibrahim.

Faktor Internal Rupiah

Kontestasi pemilihan umum (pilpres) 2024 semakin memanas. Apalagi partai-partai besar lebih condong berkoalisi kearah capres Prabowo Subianto yang dianggap memenuhi syarat untuk melanjutkan estapet kepemimpinan saat imi.

Bahkan para aktivis maupun relawan berbondong-bondong mendeklarasikan dukungan ke kubu Prabowo Subianto, termasuk Budiman Sudjatmiko yang merupakan kader dari PDI Perjuangan. PDIP pun merespon keras Langkah politik yang dilakukan Budiman Sujatmiko, bahkan bisa berujung pemecatan.

Memansanya tensi politik tersebut cenderung kurang diminati investor. Pasalnya, berpotensi memiliki ketidakpastian politik dibandingkan dengan negara lain, seperti Vietnam dan Thailand yang certainty (kepastian) secara politiknya itu lebih kelihatan.

"Hal tersebut bisa terlihat dari aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri pada pekan ketiga Agustus 2023. Data transaksi yang dihimpun Bank Indonesia (BI) periode 14 Agustus 2023 hingga 16 Agustus 2023, nonresiden di pasar keuangan dalam negeri jual neto baik di pasar surat berharga negara (SBN) dan pasar saham sebesar Rp6,79 triliun," kata Ibrahim.

Selanjutnya, dengan adanya ketidakpastian politik tersebut, calon investor maupun investor yang sudah ada di Indonesia cenderung akan wait and see terlebih dahulu melihat kondisi politik arahnya akan kemana, sebelum mengambil keputusan yang signifikan.

Oleh karena itu, guna untuk menghindari hal tersebut maka pemerintah Indonesia perlu mengemas Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dengan damai, supaya media internasional tidak melihat adanya kekacauan politik yang dapat menjadi citra buruk Indonesia di kancah internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Y