Rencana Ekspansi BNI ke Luar Negeri Diapresiasi Pasar

AKURAT.CO Rencana ekspansi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI ke luar negeri turut diapresiasi pasar.
Terpantau, saham BBNI naik ke 375 poin (6,73%) ke 5.950 dalam sebukan terakhir hingga Rabu siang, 28 Februari 2024 pukul 14.51 WIB, berdasarkan pantauan Google Finance.
Diketahui, BNI berencana menambah 2 Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) baru, melengkapi 7 KCLN yang saat ini sudah tersebar di Singapura, Hong Kong, Seoul, Tokyo, London, Amsterdam hingga New York.
Baca Juga: Tekan Penipuan Investasi dan Pinjol Ilegal, BNI dan OJK Gelar Edukasi Perencanaan Keuangan
Anggota Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno mengatakan sebagai bank pemerintah yang juga diamanatkan untuk fokus ke international banking, langkah tersbeut patutu diapresiasi.
"Langkah mereka eskpansi ke luar negeri untuk membantu para pengusaha dan pekerja WNI di luar negeri perlu diapresiasi," ujarnya kepada Akurat.co, Rabu (28/2/2024).
Ditambahkan, aksi korporasi yang sifatnya ekspansif tersebut bagus dan menarik. Hasilnya juga tentu akan terlihat dalam jangka panjang.
"Pasar (investor) pasti mengapresiasi. Dan kalau dilihat secara teknikal, saham BBNI memang tengah uptrend. Potensi ke depan akan terus menguat melewati harga all time high nya. Bukan tidak mungkin tembus 6.500," imbuhnya.
Sebelumnya BNI dikabarkan bakal membuka KCLN di AS dan Asutralia.
Direktur Wholesale & International Banking BNI, Silvano Rumantir mengatakan rencana tersebut merupakan mandat dari Kementerian BUMN untuk menjadi Indonesian International Leading Bank.
"BNI diberikan mandat oleh Kementerian BUMN untuk menjadi Indonesia Internasional Leading Bank. Untuk menjawab pertanyaan itu, kami miliki strategi follow the Indonesia client," ujar Silvano, belum lama ini.
Ditambahkan, pihaknya akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian atau prudent dalam melakukan ekpansi. Namun, Silvano memastikan bahwa kehadiran BNI dapat memberikan nilai tambah.
Menurut Silvano, BNI mempertimbangkan sejumlah hal dalam membuka KLN. Pertama, mapping perusahaan Indonesia yang melakukan bisnis di negara tersebut. Kedua, mapping perusahaan negara yang melakukan bisnis di Indonesia.
Ketiga, detail tentang dispora Indonesia di negara tersebut. Keempat, investasi dari negara tersebut di Indonesia dan hubungan perdagangan dengan negara tersebut atau ekspor impor. Terakhir, potensi UMKM yang bisa go global ke negara-negara tersebut.
"Di Amerika sendiri saat ini kami sudah memiliki kantor luar negeri atau KLN di New York, namun tentunya kami terbuka dan terus menggali potensi-potensi yang ada baik di bagian lain di Amerika, maupun di Australia di mana hal-hal yang menjadi consideration," kata Silvano.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








