AKURAT.CO Setoran dividen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI tahun 2023 yang naik dibanding tahun sebelumnya turut diapresiasi DPR.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Sarmuji mengatakan tidak mudah untuk bisa tetap mencetak pertumbuhan laba ditengah situasi ekonomi dunia yang sedang tidak baik-baik saja di 2023 lalu, apalagi mampu meningkatkan setoran dividen seperti yang dilakukan BNI.
"Sangat patut diapresiasi. Saat ekonomi dunia tidak baik-baik saja lazimnya BUMN tak terkecuali BUMN tradisional penyumbang dividen seperti BNI juga akan menghadapi tantangan dalam menumbuhkan laba dan setoran dividen. Tapi BNI berhasil," katanya kepada Akurat.co, Selasa (5/3/2024).
Baca Juga: Bagikan Dividen 50 Persen, BNI Optimistis Kinerja Kian Positif di 2024
Diketahui, BNI lewat RUPST tahun buku 2023 memutuskan untuk membagikan sebesar 50% dari laba bersih tahun buku 2023 atau senilai total Rp10,45 triliun. Dengan demikian, nilai dividen per lembar saham kali ini ditetapkan sebesar Rp280,49. Dengan memperhitungkan komposisi saham milik Pemerintah sebesar 60%, maka Perseroan akan menyetorkan dividen sebesar Rp6,27 triliun ke rekening Kas Umum Negara
Nilai pembagian dividen 2023 naik 42,76% dari total dividen tahun buku 2022 senilai Rp7,32 triliun atau setara 40% laba bersih tahun buku 2022.
Sarmuji juga mengapresiasi BNI yang tetap mencadangkan separuh labanya untuk bisnis berkelanjutan di masa mendatang, sebagaimana anjuran regulator atau OJK. Pasalnya dividen payout ratio atau DPR yang terlampau tinggi juga dinilainya tak terlalu baik karena membuat kemampuan ekspansi bisnis bank menjadi terbatas.
"Kalau kita mau BUMN baik dalam hal ini BNI bisa dinikmati terus susunya maka harus dibiarkan atau diberi kesempatan berkembang, artinya laba untuk melakukan ekspnasi usaha tetap penting. Biarkan dia menyisihkan labanya untuk mengembangkan usahanya," imbuh Sarmuji.
Dalam RUPST tahun buku 2023, pemegang saham BNI sepakat untuk mengalokasikan sisa 50% lainnya dari laba bersih atau senilai Rp10,45 triliun untuk digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI Group ke depan.
Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar sebelumnya mengatakan kkenaikan rasio pembayaran dividen atau DPR menjadi 50% tahun ini dilakukan seiring dengan kinerja keuangan Perseroan yang terus membukukan kinerja positif dengan capaian laba bersih senilai Rp20,9 triliun di 2023.
"Kinerja yang positif tersebut dicapai di tengah berbagai tantangan eksternal pada tahun 2023, yang utamanya disebabkan oleh peningkatan risiko geopolitik, tingginya inflasi dan suku bunga global, serta perlambatan ekonomi di China," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










