AKURAT.CO Dalam upaya mendukung pembangunan infrastruktur nasional termasuk IKN, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) terus aktif menyediakan dukungan finansial dan teknis ke swasta.
Direktur Pembiayaan Publik & Pengembangan Proyek (Direktur PPPP) PT SMI, Faaris Pranawa menjelaskan bahwa perusahaan tersebut telah memberikan kontribusi dalam tiga aspek utama, yakni pendanaan, penyiapan proyek, dan penyediaan pembiayaan infrastruktur.
"Support SMI ada 3, pertama kita bantu PPSP pendukung penerapan skema pendanaan, kedua fasilitas penyiapan proyek, ketiga penyedia pembiayaan infrastruktur," kata Faaris, di konferensi pers, Jakarta, Rahu (27/3/2024).
Baca Juga: Laba Bersih SMI di 2023 Susut 3,7 Persen Jadi Rp2,08 T
Kemudian, ia menyoroti pentingnya investasi swasta dalam pembangunan infrastruktur, khususnya terkait dengan proyek Infrastruktur Kawasan Strategis Nasional (IKN).
Meskipun belum ada alokasi pembiayaan langsung dari PT SMI untuk proyek IKN, perusahaan ini telah ditugaskan oleh Kementerian Keuangan untuk membantu memfasilitasi investasi swasta dalam proyek tersebut.
Selain itu, ia mengungkapkan PT SMI juga telah aktif dalam membantu otoritas terkait dalam mempersiapkan masterplan investasi serta kerangka regulasi untuk proyek infrastruktur.
Dalam konteks ini, perusahaan tersebut juga telah memberikan bantuan teknis dalam pengembangan organisasi yang bertujuan untuk memastikan kesiapan otoritas terkait dalam mengakses pendanaan swasta atau menawarkan proyek kepada pihak swasta.
Dengan adanya minat yang meningkat dari sektor swasta dalam berinvestasi dalam proyek infrastruktur, PT SMI juga mencatat bahwa telah ada sejumlah inisiatif proyek yang diajukan secara langsung oleh pihak swasta, yang dikenal sebagai "unsolicited project."
Hal ini menandai meningkatnya minat swasta dalam berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur nasional.
"Menariknya saat ini sudah ada pihak swasta yang berinisiatif atau yang kita kenal unsolicited project, pemrakasa swasta sudah ada hampir 6 calon investor, di sektor perumahan dan juga ada di sektor pendidikan," jelasnya.
Meskipun nilai pembiayaan proyek infrastruktur masih dalam proses penyiapan, PT SMI telah memiliki kontrak senilai Rp1,3 triliun untuk membantu dalam penyiapan proyek-proyek infrastruktur, termasuk proyek kerja sama antara pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dengan komitmen yang kuat untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional, PT SMI terus berperan sebagai salah satu motor penggerak utama dalam mendorong investasi dalam sektor ini.
"Jadi, untuk KPBU karena konsepnya kita menerima penugasan itu kita membantu PJPK atau penanggng jawab proyek kerja sama ini termasuk IKN serta ada berbagai proyek KPBU lainnya, dari penugasan perbantuan itu kita memang punya kontrak senilai Rp1,3 triliun," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










