AKURAT.CO Big Four, perusahaan akuntansi dan konsultan terbesar di dunia termasuk Deloitte, PricewaterhouseCoopers (PwC), KPMG, dan Ernst & Young (EY), memiliki total karyawan sebanyak 1,3 juta orang secara global.
Meskipun terkenal dengan gaji yang tinggi, tantangan ekonomi belakangan ini telah menyebabkan pemecatan staf karena perusahaan berusaha untuk menghemat biaya.
Deloitte, menawarkan gaji mulai dari USD49.219 hingga USD875.000 per tahun, Deloitte memberikan tunjangan seperti cuti orang tua berbayar selama 16 minggu dan sabbatikal dengan pembayaran 40% dari gaji dasar. Kebijakan kembali ke kantor (RTO) perusahaan bervariasi berdasarkan tim.
Baca Juga: Survei PwC: Mayoritas CEO Indonesia Lakukan Perubahan Model Bisnis Perusahaan
"Di Deloitte, gaji berkisar dari USD49,219 per tahun untuk analis tingkat pemula hingga USD875,000 per tahun untuk kepala senior," dikutip dari Business Insider, Selasa (23/4/2024).
Adapun PwC, dengan asosiasi level awal mendapatkan setidaknya USD68.000 dan para pemimpin teratas mendekati USD1,4 juta per tahun, PwC menyediakan manfaat seperti cuti orang tua berbayar selama 12 minggu dan rencana pelunasan pinjaman mahasiswa. Model kerja hybrid mendominasi, memungkinkan hingga separuh waktu dihabiskan secara remote.
Sementara Asosiasi di KPMG memulai dengan gaji USD61.000 per tahun, sementara direktur manajemen dapat memperoleh hingga USD485.000. Perusahaan ini menawarkan pertumbuhan cepat di AS, menyediakan cuti orang tua berbayar selama 12 minggu dan istirahat selama sembilan hari di seluruh perusahaan dua kali setahun. Sebagian besar karyawan mengikuti pola kerja hybrid.
Lalu peran level awal di EY dimulai dari USD54.000 per tahun, dengan manajer rata-rata menghasilkan USD320.000 dan manajer sistem komputer berpotensi mendapatkan hingga USD600.000 per tahun.
Meskipun bermarkas di London, EY memiliki lebih dari 60.000 karyawan di AS, baru-baru ini mengumumkan pemecatan 3.000 orang karena kapasitas yang berlebihan. Menawarkan cuti orang tua berbayar selama 16 minggu dan pengembalian biaya untuk biaya kesehatan, EY telah menerapkan langkah-langkah ketat untuk kembali ke kantor, termasuk pelacakan pergerakan karyawan.
Saat Big Four menavigasi lanskap gaji, manfaat, dan kebijakan kantor, para eksekutif dari masing-masing perusahaan menawarkan wawasan tentang cara mendapatkan posisi yang diinginkan dan berhasil dalam budaya perusahaan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









