Jadi Alternatif Mata Uang, Bitcoin Opsi Fleksibilitas Saat Kondisi Ekonomi Tak Stabil

AKURAT.CO Bulan lalu, Bank Sentral China mengalami perlambatan signifikan dalam pembelian emasnya, menandakan potensi perubahan strategi.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan upaya negara-negara mencari alternatif mata uang cadangan.
Sejak awal abad ke-21, China telah secara konsisten membeli emas untuk mengamankan keuntungan dari surplus perdagangan dan sebagai alternatif terhadap dolar.
Penurunan pembelian emas ini menunjukkan adanya pergeseran dalam kebijakan cadangan devisa negara tersebut, yang berpotensi memiliki dampak signifikan.
Baca Juga: Prediksi Big Match Grup B Piala Eropa 2024 Spanyol vs Kroasia, Penuh Aroma Balas Dendam!
CEO Indodax, Oscar Darmawan, mengungkapkan, karena adanya pergeseran dalam geopolitik global, diversifikasi menjadi penting karena diversifikasi juga melindungi dari dampak negatif ketidakstabilan politik atau ekonomi di satu wilayah, serta fluktuasi nilai tukar dan inflasi.
"Peningkatan ketegangan ini mendorong beberapa negara untuk mencari alternatif dalam mata uang cadangan mereka," kata Oscar, Sabtu (15/6/2024).
Oscar menambahkan, dalam mencari alternatif, Bitcoin muncul sebagai pilihan yang menarik.
Bitcoin menawarkan keunggulan sebagai aset yang tidak terkait dengan kebijakan moneter suatu negara dan memiliki sifat desentralisasi yang membuatnya lebih tahan terhadap tekanan politik dan sanksi eksternal.
Baca Juga: Sokongan PKB ke Anies di Pilgub Bakal Buka Pintu Masuk Dukungan dari Partai Lain
Ia juga menyoroti bahwa Bitcoin telah terbukti menjadi alat investasi yang efektif bagi investor yang mencari peluang pertumbuhan dan perlindungan terhadap fluktuasi mata uang konvensional.
El Salvador menjadi negara pertama yang mengadopsi Bitcoin sebagai devisa resmi pada September 2021, di bawah kepemimpinan Presiden Nayib Bukele.
Tujuan utama langkah ini adalah meningkatkan inklusi keuangan, menarik investasi asing, dan mengurangi biaya pengiriman uang bagi warga yang bekerja di luar negeri, El Salvador mengintegrasikan Bitcoin dalam sistem keuangan nasionalnya untuk meraih manfaat ekonomi jangka panjang.
Di sisi lain, dalam investasi aset kripto seperti Bitcoin, platform seperti Indodax menyediakan akses yang mudah dan aman bagi investor untuk membeli dan menjual Bitcoin serta berbagai aset kripto lainnya.
Baca Juga: Telegram dan X Terancam Diblokir di Indonesia, Ini Alasannya!
Indodax menawarkan berbagai fitur yang memudahkan pengguna, dan keamanan yang terjamin.
Selain itu, salah satu pendekatan investasi yang dapat dipertimbangkan adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA).
Teknik DCA adalah strategi di mana investor membagi jumlah total yang akan diinvestasikan dalam pembelian berkala yang sama jumlahnya, terlepas dari harga aset tersebut.
Dengan melakukan ini, investor dapat mengurangi dampak volatilitas pasar dan menghindari resiko melakukan investasi besar pada saat harga puncak.
Baca Juga: Anies Perlu Didampingi Sosok Nasionalis di Pilgub Jakarta, Andika Perkasa?
Dalam jangka panjang, DCA dapat membantu menciptakan biaya rata-rata yang lebih stabil untuk aset yang diinvestasikan, termasuk Bitcoin.
Melalui fitur ‘Investasi Rutin’ pada platform seperti Indodax, hal ini dapat menjadi cara yang efektif untuk melindungi dan mengoptimalkan investasi untuk mendapatkan keuntungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









