Aduh, Pesan Penipuan Biaya Transfer BCA Naik Jadi Rp150.000 Masih Ramai Beredar

AKURAT.CO Penipuan yang mengatasnamakan Bank Central Asia (BCA) terkait biaya transfer BCA dari Rp2.500 (BI Fast) dan Rp6.500 (Realtime Online) naik menjadi Rp150 ribu per bulan ternyata masih ramai beredar.
Berdasarkan pesan WhatsApp yang diterima Akurat.co, Sabtu, 6 Juli 2024, disebutkan kenaikan tarif tersebut demi peningkatan layanan BCA. Pesan tersebut menyatakan mulai hari ini (tanpa menyebutkan tanggal), skema tarif transaksi dari Rp6.500/transaksi dan BI FAST Rp2.500/transaksi akan diubah menjadi Rp150.000/bulanan atau paket unlimited.
Jika nasabah setuju, maka harus melakukan konfirmasi dengan mengisi formulir melalui tautan link. JIka nasabah tidak setuju pun tetap diminta mengisi formulir melalui tautan link.
Baca Juga: BCA Tunda Pengenaan Biaya Administrasi Rp4.000 Untuk Tarik Tunai Lewat EDC
Usut punya usut, pesan tersebut merupakan penipuan jenis phishing, atau tindakan meminta (memancing) target untuk mengungkapkan informasi rahasia dengan cara mengirimkan pesan penting palsu, dapat berupa email, website, atau komunikasi elektronik lainnya.
Karena pesannya seringkali tampak seperti sungguhan dan biasanya diikuti dengan ancaman, pengguna seringkali terjebak dengan mengirimkan informasi personal sensitif seperti, user ID, password/PIN, nomor kartu kredit, masa berlaku kartu kredit, dan Card Verification Value (CVV).
Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan pesan tersebut tidak benar (hoax) dan merupakan penipuan. Hera mengimbau masyarakat melakukan 5 hal saat menerima pesan serupa.
Pertama, abaikan pesan terlebih jika dihubungi dengan menggunakan nomor pribadi. Bank hanya akan memberikan pengumuman atau informasi dari nomor atau akun resmi, yaitu WhatsApp Bank BCA pada nomor 08111500998.
Kedua, hindari klik tombol 'view' dan mengisi data. Jangan membuka atau klik tombol 'view'. Jika sudah telanjur klik, jangan mengisi web form yang ada di dalamnya. Segera keluar dari website atau microsite yang terbuka dari halaman tersebut. Ketiga, blokir nomor kontak dan hapus pesan.
Keempat, kelola password mobile banking. Buat password yang kuat dan ubah secara berkala. Terakhir, tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan perbankan, mulai dari skimming, carding, phishing ataupun social engineering (soceng) lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








