Jaga NPL Kredit UMKM Tetap Rendah, Ini Strategi BRI
Demi Ermansyah | 25 Juli 2024, 17:04 WIB

AKURAT.CO Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso mengungkapkan sejumlah strategi yang dilakukan BRI untuk menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM tetap rendah, salah satunya selektif dalam menyalurkan kredit ke segmen tersebut.
"Kita harus tetap tumbuh di UMKM, tapi sangat selektif. Dengan cara apa? Maka risk acceptance kriterianya kita perketat. Loan portfolio guideline-nya itu kita perketat," ucapnya pada saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Tak hanya itu, portfolio usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sudah ada juga tetap dilakukan pemilahan kembali, mana UMKM yang masih bisa melanjutkan kreditnya dan mana yang sedang bermasalah.
Apabila memang dibutuhkan kelonggaran untuk kredit UMKM, maka BRI akan mengikuti instruksi pemerintah. Apabila tidak ada kelonggaran, BRI melakukan restrukturisasi sesuai dengan prinsip-prinsip atau ketentuan umum yang berlaku yang selama ini dilakukan oleh bank.
"Kalau memang tidak bisa direstrukturisasi, maka terpaksa kita harus write off, kita harus hapus buku. Maka kemudian di situlah cadangan berbicara, seberapa kuat kita punya cadangan," kata Sunarso.
Strategi terakhir, kata Sunarso, BRI tetap melakukan penagihan terhadap debitur yang sudah dihapusbukukan (write off). Dalam hal ini, BRI fokus kepada langkah pemulihan (recovery) terhadap kredit-kredit yang sudah dihapusbukukan.
Tak sampai disitu saja, Sunarso juga memaparkan hingga akhir kuartal II-2024, BRI menyalurkan kredit sebesar Rp1.095,64 triliun kepada segmen UMKM atau mencapai porsi 81,96% dari total kredit yang disalurkan bank berplat merah tersebut. Rasio loan at risk (LAR) BRI tercatat membaik, turun dari semula 14,94% pada akhir kuartal II-2023 menjadi 12% pada akhir kuartal II-2024.
"Sedangkan rasio NPL BRI terjaga di kisaran 3,05 persen, dengan rasio NPL coverage berada pada level yang memadai sebesar 211,6 persen, NPL UMKM BRI masih lebih baik atau di bawah NPL UMKM rata-rata industri perbankan," ucapnya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








