AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,17% atau naik 12,589 basis point ke level 7.254,453 pada sesi I perdagangan Rabu siang, 31 Juli 2024.
IHSG terpantau bergerak variatif dari batas bawah di level 7.234 hingga batas atas pada level 7.275 setelah dibuka pada level 7.241 pagi ini. Sebanyak 283 saham menguat, 278 saham melemah, dan sisanya stagnan. Adapun saham BBRI, TLKM, dan BMRI menjadi tiga saham dengan jumlah nilai transaksi terbesar.
Dari sisi sektoral, IDXENERGY turun 0,24%, IDXBASIC naik 0,18%, IDXINDUST naik 1,06%, IDXCYCLIC naik 0,21%, IDXNONCYC -0,15%, IDXHEALTH naik 0,10%, IDXFINANCE naik 0,39%, IDXPROPERT naik 0,60%, IDXTECHNO turun 1,69%, IDXINFRA naik 0,39%, dan IDXTRANS turun 0,18%.
Menurut Analisisa dari Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG diperkirakan akan mengalami penguatan terbatas dengan level support dan resistance berada di kisaran 7.200 hingga 7.300. Meskipun demikian, potensi koreksi masih ada.
"Hasil pertemuan The Fed akan dinantikan," tulis analisa Pilarmas Investindo Sekuritas, Rabu (31/7/2024).
Baca Juga: Sesi I, IHSG Turun 0,02 Persen ke 7.320,4
Sentimen pasar hari ini diperkirakan akan positif, meskipun pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, menjadi faktor penting yang akan mempengaruhi arah pasar selanjutnya. Di sisi lain, S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil, namun menyoroti ketidakpastian fiskal di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.
S&P juga memproyeksikan defisit anggaran tahunan akan meningkat dalam tiga tahun ke depan akibat rencana pengeluaran besar, seperti program makan bergizi gratis senilai Rp 450 triliun dan proyek perumahan. "Kami hanya berharap bahwa program tersebut tidak mengorbankan variabel penting dalam perekonomian, sehingga kebijakan ekonomi dapat tetap terjaga dengan baik," tambah S&P.
Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Kisaran support diperkirakan berada di level 7.195 hingga 7.145, sedangkan resistance berada di level 7.290 hingga 7.335. "Investor juga akan mencermati laporan keuangan emiten yang banyak dirilis menjelang batas akhir pelaporan," kata CGS International Sekuritas Indonesia.
Untuk rekomendasi saham, CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan saham ESSA, GOTO, ADRO, PGAS, MAPA, dan MDKA. Di sisi lain, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham MAPI, BMRI, dan ASII.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










