Di Tengah Penurunan Kelas Menengah dan Deindustrialisasi, Bank Kian Selektif
Hefriday | 3 Oktober 2024, 15:16 WIB

AKURAT.CO Di tengah penurunan kelas menengah dan deindustrialisasi saat ini, perbankan Indonesia terus memperkuat pertumbuhan kredit melalui pendekatan yang lebih terfokus pada pemilihan sektor yang tepat dan memanfaatkan potensi regional.
Menurut Economist of Bank Mandiri, Andry Asmoro, dengan melakukan pemilihan sektor yang tepat, perbankan dapat meminimalkan risiko kredit macet dan memastikan bahwa alokasi dana diarahkan pada industri atau bisnis yang memiliki prospek jangka panjang.
Sektor-sektor seperti pertanian, pariwisata, energi terbarukan, dan manufaktur menjadi contoh target yang potensial, terutama di wilayah-wilayah dengan sumber daya alam atau infrastruktur yang memadai. Potensi regional yang dilihat oleh perbankan ini bukan hanya terkait dengan sumber daya alam atau geografis, tetapi juga keunikan ekonomi lokal yang bisa dikembangkan.
"Pendekatan ini mencerminkan langkah perbankan untuk lebih selektif dalam menentukan sektor-sektor yang dianggap potensial dan mampu memberikan dampak signifikan pada perekonomian, terutama di luar pusat-pusat ekonomi utama. Perbankan meningkatkan pertumbuhan kredit dengan strategi pemilihan sektor yang tepat dan lebih melihat ke potensi regional," paparnya saat dihubungi Akurat.co, Kamis (3/10/2024).
Strategi ini, lanjut Andry muncul sebagai respons terhadap dinamika ekonomi yang terus berubah, baik secara global maupun domestik. Dengan mengidentifikasi potensi pertumbuhan di berbagai wilayah, terutama yang memiliki sumber daya alam, infrastruktur berkembang, atau sektor unggulan lainnya, bank dapat memaksimalkan efisiensi kredit dan mengurangi risiko.
Strategi ini, lanjut Andry muncul sebagai respons terhadap dinamika ekonomi yang terus berubah, baik secara global maupun domestik. Dengan mengidentifikasi potensi pertumbuhan di berbagai wilayah, terutama yang memiliki sumber daya alam, infrastruktur berkembang, atau sektor unggulan lainnya, bank dapat memaksimalkan efisiensi kredit dan mengurangi risiko.
Misalnya, wilayah yang kuat dalam sektor agrikultur, pariwisata, atau manufaktur bisa menjadi sasaran kredit yang lebih agresif. Andry Asmoro juga menekankan bahwa sektor keuangan memainkan peran penting dalam mendorong pembangunan regional yang berkelanjutan.
Dengan alokasi dana kredit yang tepat, bank tidak hanya mendukung sektor-sektor produktif tetapi juga membantu meningkatkan daya saing ekonomi lokal. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah dan mendorong percepatan pembangunan daerah tertinggal.
Selain itu, pemilihan sektor yang tepat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global, seperti fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian pasar internasional. Dengan fokus pada kekuatan regional, perbankan dapat mengurangi eksposur terhadap risiko-risiko ini dan menjaga stabilitas pertumbuhan kredit dalam jangka panjang.
Selain itu, pemilihan sektor yang tepat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global, seperti fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian pasar internasional. Dengan fokus pada kekuatan regional, perbankan dapat mengurangi eksposur terhadap risiko-risiko ini dan menjaga stabilitas pertumbuhan kredit dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










