Bos OJK Sebut Ketergantungan Teknologi Jadi Risiko Biaya bagi Fintek

AKURAT.CO Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar menegaskan bahwa ketergantungan akan pada teknologi tertentu pada akhirnya hanya akan meningkatkan risiko biaya bagi pelaku industri fintech, terutama dalam pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur digital.
"Risikonya, satu negara mungkin akan terus mendominasi teknologi semikonduktor dengan biaya pengembangan yang lebih tinggi, sementara negara lain akan kehilangan kesempatan menguasai teknologi ini secara lebih luas,” ujarnya saat menjadi keynote speech dalam acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2024, di Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Lebih lanjut Mahendra menjelaskan bahwa dampak dari konflik ini juga terlihat pada ekosistem ekonomi global yang semakin bergantung pada teknologi digital.
Baca Juga: Bos OJK Sebut Trump Bawa Dinamika Baru di Pasar Kripto
Sebab dengan adanya fintech, sektor ekonomi berbasis sektor riil semakin banyak menggunakan teknologi digital yang memungkinkan integrasi lintas sektor.
"Kita kini memiliki ekosistem besar yang saling terhubung dalam rantai pasok dunia melalui satu multiplatform digital yang semakin konvergen,” jelas Mahendra.
Hal ini dapat mengakibatkan industri fintech global terfragmentasi karena harus menyesuaikan dengan dua standar teknologi yang berbeda dari dua negara besar tersebut. Misalnya, Mahendra mencontohkan, aplikasi dan platform berbasis teknologi AS mungkin akan semakin sulit beroperasi di wilayah yang didominasi oleh pengaruh China, atau sebaliknya.
"Sebab konvergensi ekosistem digital ini, meskipun menjanjikan inovasi besar, memiliki tantangan yang tak kalah besar jika standar teknologi dan regulasi tak sinkron di antara dua kekuatan besar tersebut," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









