Akurat
Pemprov Sumsel

Survei Sun Life Ungkap Beban Finansial dan Mental Diabetes Tipe 2 di Indonesia

Arief Rachman | 14 November 2024, 11:29 WIB
Survei Sun Life Ungkap Beban Finansial dan Mental Diabetes Tipe 2 di Indonesia

AKURAT.CO Penelitian terbaru Sun Life mengungkapkan beban tersembunyi hidup dengan diabetes tipe 2, termasuk dampaknya pada keuangan dan kesehatan mental di Asia, serta menyoroti kebutuhan mendesak akan edukasi, pencegahan, dan akses perawatan.

Laporan survei Sun Life, Healthy Habits, Healthier Futures: Preventing Diabetes in Asia, mengumpulkan data dari 3.647 responden di Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam tentang kesadaran akan risiko, pengobatan, dan pencegahan diabetes.

Survei ini termasuk wawancara dengan 600 penderita diabetes tipe 2 untuk memahami dampak langsung dari kondisi ini pada kehidupan mereka.

Diabetes tipe 2 kini menjadi epidemi global, dengan lebih dari 540 juta penderita di seluruh dunia, termasuk lebih dari 90 juta di Asia Tenggara.

Diperkirakan jumlah ini akan mencapai 152 juta pada 2045, menimbulkan tantangan besar bagi kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Selidiki Tahanan Kabur, Komisi XIII DPR Sidak Rutan Salemba

Meski prevalensinya terus meningkat, survei menunjukkan bahwa sebagian besar orang belum secara aktif mengambil langkah untuk mengurangi risiko diabetes atau memahami lebih dalam tentang penyakit ini.

Beban Finansial dan Mental

Selain dampak kesehatan fisik, diabetes tipe 2 memberikan beban finansial yang besar, sering kali menghalangi banyak orang dari akses perawatan.

Di Indonesia, 37 persen penderita diabetes melaporkan bahwa biaya perawatan memiliki dampak finansial yang signifikan pada kehidupan mereka, dengan 81 persen tidak mampu membiayai perawatan yang memadai.

Selain itu, kekhawatiran finansial mengenai diabetes juga terasa di antara masyarakat umum, dengan 74 persen non-diabetesi menyatakan khawatir akan dampak keuangan jika didiagnosis dengan diabetes tipe 2.
Kondisi ini menyoroti pentingnya perlindungan asuransi kesehatan.

Survei juga mencatat dampak kesehatan mental yang signifikan. Sebanyak 63 persen penderita diabetes melaporkan dampak negatif terhadap kesehatan mental mereka setelah diagnosis.

Baca Juga: Prabowo Beri Selamat ke Trump, Kerja Sama Militer Indonesia-AS Diprediksi Makin Kuat

Stigma sosial terkait diabetes memperburuk kondisi ini, dengan 70 persen penderita merasa dihakimi oleh keluarga dan teman, serta 74% menghadapi prasangka di tempat kerja.

Chief Client Officer Sun Life Indonesia, Kah Jing Lee, mengatakan, beban diabetes ini mengharuskan adanya akses yang lebih terjangkau ke pengobatan.

"Sun Life berkomitmen meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan melalui gaya hidup sehat serta menyediakan akses untuk olahraga dan perawatan bagi masyarakat," ujar Kah Jing Lee, Kamis (14/11/2024).

Kurangnya Langkah Pencegahan dan Kesadaran

Meskipun risiko diabetes tipe 2 meningkat di Indonesia, hanya 47 persen penduduk melakukan pemeriksaan diabetes tahunan, sementara 36 persen belum pernah diperiksa sama sekali.

Banyak yang belum secara konsisten melakukan langkah pencegahan, seperti menjaga pola makan sehat, memantau gula darah, dan rutin berolahraga.

Bahkan, 27 persen orang tua tidak mendorong anak-anak mereka untuk berolahraga, dan 31 persen mengaku kesulitan memahami informasi nutrisi, termasuk kandungan gula tersembunyi.

Sun Life berinvestasi lebih dari USD53 juta sejak 2012 untuk memerangi diabetes secara global melalui berbagai kemitraan strategis yang mendukung komunitas rentan.

Baca Juga: Drama Pelarian Napi Lapas Salemba, Komisi III Akan Evaluasi Sistem Keamanan

Di Asia, kemitraan Sun Life dengan organisasi Beyond Sport telah meluncurkan Hoops + Health, program komunitas untuk mendorong aktivitas fisik melalui akses lapangan basket dan pelatih di wilayah yang membutuhkan. Hingga kini, program tersebut telah membantu lebih dari 14.000 orang tetap aktif.

Mitos Umum yang Menghambat Pemahaman

Meskipun diabetes menjadi masalah kesehatan yang besar di Asia, mitos-mitos tentang penyebab dan risiko penyakit ini masih tersebar luas.

Misalnya, 46 persen responden percaya diabetes tipe 2 hanya menyerang mereka yang kelebihan berat badan, sementara 68 persen menganggapnya hanya disebabkan oleh konsumsi gula berlebihan.

Sementara itu, 47 persen berpikir pengobatan diabetes selalu melibatkan suntikan insulin.

Survei ini menunjukkan bahwa banyak penderita diabetes memiliki kesadaran risiko yang rendah sebelum diagnosis mereka, dengan 28 persen merasa berisiko rendah atau tidak mempertimbangkan risiko sama sekali.

Kesalahpahaman ini menghambat langkah-langkah pencegahan dan pengobatan dini.

Baca Juga: Budi Arie Tepis Isu Judi Online: Saya Diajari Pak Jokowi, Fitnah Akan Hilang Sendiri

AVP, Medical Director Sun Life,Steven Ho, menegaskan pentingnya meningkatkan edukasi tentang diabetes.

“Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat, kita dapat mendorong tindakan pencegahan yang lebih baik. Langkah seperti pola makan sehat, olahraga teratur, dan pemantauan gula darah sangat penting dalam mengurangi risiko diabetes,” ujarnya.

Kurangnya Pemahaman

Meskipun belum ada obat untuk diabetes, kondisi ini dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup yang sehat, seperti pola makan yang lebih baik dan olahraga rutin.

Namun, survei menunjukkan bahwa banyak orang tidak menyadari bahwa remisi diabetes mungkin terjadi.

Di Indonesia, 91 persen penderita percaya bahwa remisi mungkin, tetapi sebagian besar meragukan itu bisa tercapai dalam satu tahun meski profesional medis menyarankan sebaliknya.

Baca Juga: Rumah Atsiri Gencar Kampanye Kekayaan Aroma Indonesia Lewat Essential Oil Asli Nusantara

Memampukan masyarakat untuk mengelola diabetes secara efektif memerlukan akses ke layanan kesehatan yang tepat, dukungan perilaku untuk perubahan gaya hidup, serta informasi tentang manajemen terbaru dan opsi perawatan yang mudah diakses.

Temuan survei Sun Life ini mempertegas kebutuhan mendesak untuk meningkatkan edukasi, pencegahan, dan perawatan yang terjangkau guna memitigasi dampak diabetes yang terus meningkat di Asia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.